12/10/15

Mengukur Nilai Artistik Sebuah Musik Pop

Loading...

Musik populer atau yang dikenal sebagai musik pop diartikan sebagai musik atau lagu yang sedang digemari oleh masyarakat pada kurun waktu tertentu dan selalu terdengar setiap saat, bahkan orang merasa ketinggalan zaman bila tidak atau belum mendengar lagu tersebut.

Lagu yang populer di suatu daerah tertentu, belum tentu popluer di daerah lain dan suatu saat nanti lagu tersebut akan tergese oleh lagu yang lain. Suatu lagu menjadi populer karena mudah diterima masyarakat. Bahkan mendengarkannya pun bukan dengan maksud meresapi keindahannya menurut norma keindahan musikal yang tinggi. Mendengarkan lagu pop lebih condong untuk hanya sekedar menghibur diri, melupakan beban sehari-hari yang bersifat rutin. Serta sesuai dengan media yang mengapresiasi seni musik yang bersifat kontemporer.

Mengukur Nilai Artistik Sebuah Musik Pop

Musik pop juga memberi hiasan pada suatu kegiatan tertentu di luar musik, contohnya adalah lagu-lagu yang diperdengarkan pada waktu pesta perkawinan, syukuran, perayaan hari besar, dan sebagainya. Jenis lagu yang disajikan kepada pendengar dengan mengutamakan teknik penyajian serta kebebasan dalam menggunakan ritme maupun jenis instrumen.

Bukan karena bentuk pola maupun struktur lagu. Permainan ritme yang kuat ditunjukkan oleh para musisi musik pop dengan teknik permainan drum yang dinamis dipadukan dengan teknik permainan bass. Permainan ritme bersifat alamiah sehingga mudah untuk dirasakan.

Dalam permainan seperangkat alat musik band terdiri atas alat tiup baik yang terbuat dari logam maupun kayu, satu set drum, kontra bass, gitar elektrik, organ atau piano, dan sebagainya. Bentuk orkes atau band semacam ini dapat kita jumpai di suatu pertunjukan kelompok band yang terdapat di negara kita atau di luar negeri. Bentuk musik pop atau band demikian dapat ditambah satu, dua, atau tiga orang pemain alat tiup, misalnya; saxophone, terompet, ataupun clarinet. Fungsi permainan musik pop lebih banyak ditujukan mengabdi pada kegemaran publik. Oleh karena itu, tidak jarang pemain menunjukkan permainan ke arah pertunjukan yang nonmusikal untuk memenuhi selera publik.

Bentuk musik pop atau band terus berganti menurut zamannya. Pada tahun 30-an bentuk jazz band atau orkes hawaiian sangat mendominasi. Pada zaman sekarang musik pop sebagian besar alatnya menggunakan alat elektronik.

Meskipun bentuk musik dan band pop terus berubah, tetapi prinsip permainannya tidak banyak berubah. Hal yang terpenting bagi seorang musisi pop adalah harus pandai dalam berimprovisasi. Artinya menghidangkan sebuah improvisasi bebas dalam batas-batas.

Dalam mengukur nilai artistik sebuah musik pop, ada dua hal yang harus dibedakan, yaitu popularitas dan artistik. Mengukur popularitas relatif mudah, karena banyak ditentukan oleh faktor-faktor yang ada di luar musik itu sendiri. Segala sesuatunya banyak bergantung pada cita rasa publik. Apakah publik tertarik atau tidak pada apa yang dibawakan oleh artis. Selain itu publik dapat tertarik apakah karena pembawaan lagunya, parasnya yang cantik, atau penampilannya. Semuanya adalah faktor yang menentukan popularitas.

Dalam menentukan nilai artistik musik pop, hal-hal yang berkaitna dengan popularitas harus kita kesampingkan terlebih dahulu. Beberapa hal yang harus kita perhatikan dalam mengukur nilai artistik sebuah musik pop adalah sebagai berikut:
a. Beat harus tetap terjaga
Dalam hal ini biasanya pemain drum banyak melakukan kesalahan dengan membawakan beat yang makin lama makin cepat. Hal ini mengakibatkan pemain lain juga ikut terbawa tempo yang dimainkannya.

b. Harmonisasi permainan
Harmonisasi perlu terjaga agar alat yang satu dengan alat yang lainnya tidak terkesan terlalu dominan,

c. Melodi
Melodi yang baik adalah melodi yang ritme dan harmonisasinya terjaga walaupun melodi adalah sebuah penonjolan rasa dalam sebuah musik.

Musik pop yang bagus adalah apabila popularitas, teknik, dan nilai artistiknya terjaga, serta dapat menambah kekayaan pengalaman rohani bagi pendengarnya.

Silakan Tinggalkan Komentar Anda :