1/2/16

Pertumbuhan dan Perkembangan Hewan

Admin Perpusku
Loading...

Selain tumbuhan dan manusia, hewan juga mengalami peroses tumbuh dan berkembang seperti makhluk hidup lainnya. Semakin tinggi tingkatan hewan, umunya semakin lama mencapai kedewasaan. Sebagai contoh, telur nyamuk hanya dalam hitungan hari (5 sampai 8 heri) sudah menetas. Beberapa hari setelah menetas, nyamuk sudah mampu menghasilkan telur kembali. Sedangkan gajah, tumbuh dan berkembang dalam jangka waktu yang sangat lama.

Tahap Perkembangan Hewan
Secara garis besar, pertubmuhan dan perkembangan pada hewan meliptui dua fase utama. Fase tersebut yaitu perkembangan embrionik dan perkembangan pascaembrionik.

A. Perkembangan Embrionik
Perkembangan embrionik merupakan perkembangan saat embrio. Pada hewan, perkembangan embrio melalui tahap-tahap yang dikenal sebagai pembelahan zigot, blastulasi, grastrulasi, dan organogenesis.

Perkembangan Embrionik

Pembelahan zigot
Sel telur yang telah dibuahi oleh sel sperma akan tumbuh dan berkembang menjadi zigot. Setelah terjadi pembuahan, zigot mengalami pembelahan mitosis berulang kali. Pembelahan sel berlangsung cepat dan akhirnya menghasilkan kumpulan sel yang menyerupai buah murbei yang disebut morula.

Blastulasi
Dalam perkembangan selanjutnya, pada morula akan terbentuk rongga yang di dalamnya berisi cairan yang disebut blastosol. Bentuk tersebut disebut blastula, sedangkan prosesnya dinamakan blastulasi.

Grastulasi
Grastulasi adalah proses pembentukan grastula. Pada bentuk grastula, embrio memiliki tiga lapisan embrionik, yaitu ektoderm (lapisan luar), mesoderm (lapisan tengah), dan endoderm (lapisan dalam). Jadi, grastula sebenarnya adalah proses pembentukan tiga lapisan embrionik yaitu ektoderm, mesoderm, dan endoderm.

Organogenesis
Organogenesis adalah proses terbentuknya alat-alat tubuh (organ) seperti jantung, otak, paru-paru, dan sebagainya. Organ-organ tersebut dibentuk oleh tiga lapisan embrionik: ektoderm, mesoderm, dan endoderm.

B. Perkembangan Pascaembrionik
Pada perkembangan pascaembrionik umunya hanya terjadi peningkatan ukuran dari bagian-bagian tubuh. Pertumbuhan dan perkembangan bagian-bagian tubuh ini membentuk ukuran tertentu yang proporsional. Pada perkembangan pascaembrionik terjadi perkembangan penyempurnaan alat-alat reproduksi. Tahap pascaembrionik dimulai sejak lahir atau menetas hingga hewan itu dewasa.
Perkembangan Pascaembrionik

Faktor-Faktor yang Memengaruhi Perkembangan Hewan
Seperi halnya tumbuhan, pertumbuhan dan perkembangan hewan juga dipengaruhi oleh beberapa faktor. Pertumbuhan dan perkembangan hewan dipengaruhi oleh faktor dalam dan faktor luar.

A. Faktor Dalam
Sifat Genetik
Sifat genetik diwariskan dari induk kepada keturunananya. Sifat ini tidak bisa diubah. Jika induk memiliki gen yang memunculkan sifat baik maka keturunannya akan memiliki sifat baik. Demikian juga sebaliknya.

Hormon
Hormon memengaruhi pertumbuhan primer dan sekunder hewan. Hormon dihasilkan oleh tubuh hewan itu sendiri.

B. Faktor Luar
Makanan
Makanan terutama yang mengandung protein, dangat berperan dalam pertumbuhan. Kekurangan protein dapat menghambat pertumbuhan dan bahkan menyebabkan penyakit.

Lingkungan
Iklim, topografi, dan suhu berpengaruh terhadap pertumbuhan. Sebagai contoh, hewan yang berada di daerah berbukit cenderung memiliki ketahanan fisik yang kuat jika dibandingkan dengan hewan sejenis yang hidup di dataran rendah.

Silakan Tinggalkan Komentar Anda :