5/6/16

Struktur Morfologi dan Anatomi Bunga pada Tumbuhan

Admin Perpusku
Loading...

Pengertian bunga atau definisi bunga adalah organ reproduksi seksual yang terdapat pada tumbuhan berbunga (divisio Magnoliophyta atau Angiospermae). Pada bunga, terdapat bagian penghasil serbuk sari dan bakal biji. Penghasil serbuk sari adalah benang sari yang berfungsi sebagai organ reproduksi jantan, sedangkan bakal biji terdapat pada putik yang berfungsi sebagai organ reproduksi betina.
Serbuk sari yang jatuh di kepala putik tumbuhan yang sesuai akan berkembang sehingga akan menghasilkan sel sperma. Sel sperma inilah yang selanjutnya akan membuahi sel telur yang tersimpan di dalam bakal biji.

Struktur Bunga
1. Struktur Morfologi Bunga
a. Tangkai bunga (Pedicellus)
Tangkai bunga adalah bagian bunga yang masih jelas berdifat batang, padanya seringkali terdapat daun-daun peralihan, yaitu bagian-bagian yang meyerupai daun, berwarna hiajau seakan-akan merupakan peralihan dari daun biasa ke hiasan bunga.

b. Dasar bunga (Receptaculum)
Dasar bunga adalah ujung tangkai yang sering melebar, dengan ruas-ruas yang amat pendek, sehingga daun-daun yang telah menglami metamorphosis menjadi bagian-bagian bunga yang duduk amat rapat satu sama lain, bahkan biasanya lal tampak duduk dalam satu lingkaran.

c. Hiasan bunga (Perianthum)
Hiasan bunga adalah bagian bunga yang merupakan penjelmaan daun yang masih tampak berbentuk lembaran dengan tulang-tulang atau urat-urat yang masih jelas. Biasanya hiasan bunga dapat dibedakan dalam dua bagian yang masing-masing duduk dalam satu lingkaran. Bagian-bagian hiasan bunga umumnya tersusun dalam dua lingkaran yakni:

- Kelopak (Calix), yaitu bagian hiasan bunga yang merupakan lingkaran luar, biasanya berwarna hijau dan sewaktu bunga masih kuncup merupakan selubungnya, yang melindungi kuncup tadi terhadap pengaruh-pengaruh dari luar. Kelopak terdiri atas beberapa daun kelopak (Sepal).
- Tajuk bunga atau mahkota bunga (Corolla), yaitu bagian hiasan bunga yang terdapat pada lingkaran dalam, biasanya tidak berwarna hijau lagi. Warna bagian inilah yang lazimnya yang merupakan warna bunga. Mahkota bunga terdiri atas sejumlah daun mahkota (Petal), yang seperti halnya dengan daun-daun kelopak dapat berlekatan atau tidak.

d. Alat-alat kelamin jantan (Androecium)
Bagian ini sesungguhnya merupakan metamorphosis daun yang menghasilkan serbuk sari. Androecium terdiri atas sejumlah benang sari (Stamen). Pada benang-benang sarinya dapat pula bebas atau berlekatan, ada yang tersusun dalam satu lingkaran adapula yang dalam dua lingkaran. Bahwasanya bagian ini merupakan penjelmaan daun, masih dapat terlihat misalnya pada bunga tasbih (Canna hibrida hort), yang benag sarinya mandul berbentuk lembaran-lembaran menyerupai daun-daun mahkota.

e. Alat-alat kelamin betina (Gynaecium)
Pada bunga bagian ini biasanya disebut putik (Pistillum) atau putik yang terdiri atas metamorphosis daun yang disebut daun buah (Carpella). Pada bunga dapat ditemukan satu atau beberapa putik, dan setiap putik dapat terdiri atas beberapa daun buah, tetapi dapat pula hanya terdiri atas satu daun buah.

2. Struktur Anatomi Bunga
Secara anatomi, hampir seluruh bagian bunga disusun oleh struktur jaringan yang hampir sama, yaitu sel-sel parenkimatis. Hanya kepala sari saja yang mempunyai struktur jaringan yang berbeda dan lebih kompleks karena terdiri dari beberapa lapisan pelindung. Sel-sel Parenkim penyusun bunga disebut juga jaringan mesofil. Parenkim ini terletak di antara epidermis atas dan bawah. Daun kelopak umumnya mempunyai struktur sederhana. Epidermis daun kalopak pada bagian luarnya dilapisi kutin, stomata, dan trikomata. Seperti struktur pada daun. Sel-sel daun kelopak ini juga mengandung klorofil. Struktur daun mahkota sel-selnya mempunyai satu atau banyak berkas pengangkut yang kecil-kecil. Daun mahkota mempunyai epidermis berbentuk khusus, yaitu berupa tonjolan yang disebut papila dan dilapisi kutikula.

Sementara itu, benang sari dan putik mempunyai struktur sangat berbeda. Secara umum, benang sari terdiri atas kepala sari dan tangkai sari. Tangkai sari tersusun oleh jaringan dasar, yaitu sel-sel parenkimatis yang mempunyai vakuola tanpa ruang antarsel. Pada epidermis tangkai sari terdapat kutikula, trikomata, atau mungkin juga stomata
Kepala sari mempunyai struktur yang kompleks, terdiri atas dinding yang berlapis-lapis, dan di bagian terdalam terdapat lokulus (ruang sari) yang berisi butir-butir serbuk sari. Jumlah lapisan dinding kepala sari untuk setiap jenis tumbuhan berbeda. Kepala sari mempunyai beberapa lapisan dinding sebagai berikut.

a. Epidermis, merupakan lapisan terluar yang terdiri dari satu lapis sel. Epidermis menjadi memipih dan membentuk papila pada kepala sari yang masak dan berfungsi sebagai pelindung epidermis.
b. Endotesium, merupakan lapisan yang terletak di sebelah dalam epidermis.
c. Lapisan tengah, merupakan lapisan yang terletak di sebelah dalam endotesium dan terdiri dari 2–3 lapis sel atau lebih tergantung jenis tumbuhannya.
d. Tapetum, merupakan dinding terdalam dari antera dan berkembang mencapai maksimum pada saat terbentuk serbuk sari tetrad.

Bagian perhiasan bunga (mahkota dan kelopak) pada tanaman Dicotyledoneae biasanya berjumlah 2, 4, 5, atau kelipatannya, sedangkan pada tumbuhan Monocotyledoneae berjumlah 3 atau kelipatannya.

Fungi Bunga pada Tumbuhan
- Secara biologi, fungsi bunga adalah sebagai media berkembangbiak atau pembuahan, dimana gamet jantan (mikrospora) dan betina (makrospora) akan menyatu untuk menghasilkan biji.
- Dilihat dari segi tampilan, beberapa jenis bunga mempunyai warna cerah dan menarik, hal ini akan menarik hewan dan selanjutnya dapat membantu proses penyerbukan.
- Ada sejenis bunga yang memiliki madu sehingga menarik lebah dan juga akan membantu proses penyerbukan pada bunga.
- Bunga dijadikan tanaman hias oleh manusia, karena memang sejak dari dahulu manusia sudah menyukai beberapa jenis bunga hias yang memiliki tampilan menarik.

Silakan Tinggalkan Komentar Anda :