6/9/16

Definisi Masalah, Ciri-ciri, & Cara Merumuskannya dalam Penelitian

Admin Perpusku
Loading...

Suatu permasalahan timbul akibat adanya kesangsian ataupun kebingungan kita terhadap suatu hal atau suatu gejala, penafsiran yang berbeda tentang arti sesuatu, halangan dan rintangan, celah antarkegiatan atau antargejala, baik yang telah maupun yang akan terjadi. Jadi pemecahan masalah dalam penelitian akan menghilangkan kebingungan kita tentang sesuatu, termasuk akibat dari penafsiran yang berbeda-beda atau terjadinya jurang yang sangat dalam antara idelaisme dengan kenyataan yang ada.

rumusan masalah penelitian

Definisi Masalah dalam Penelitian
Suatu penelitian harus didasarkan pada suatu permasalahan yang memenuhi syarat sebagai suatu masalah yang perlu diteliti. Namun, sebelum meninjau syarat-syarat sebuah permasalah, hal yang perlu dipahami terlebih dahulu adalah pengertian atau definisi dari masalah itu sendiri. Secara teoritis, masalah adalah suatu keadaan yang tidak bersesuaian dengan apa yang diinginkan. Atau dengan kata lain, masalah adalah ketidaksesuaian antara keinginan dengan kenyataan yang ada.

Ciri-ciri Masalah dalam Penelitian
Beberapa kriteria untuk menentukan apakah suatu masalah layak diteliti atau tidak adalah sebagai berikut.
1. Masalah harus mempunyai nilai penelitian
Mempunyai nilai artinya mempunyai kegunaan tertentu serta dapat digunakan untuk suatu keperluan. Dalam memilih masalah yang mempunyai nilai penelitian, perlu diperhatikan hal-hal sebagai berikut.
a. Masalah harus asli, artinya permasalahan yang dipilih harus sesuai dengan kenyataan dan relatif baru. Selain itu, masalah harus mempunyai nilai dan kegunaan ilmiah.
b. Masalah harus menyatakan suatu hubungan, artinya suatu masalah harus menyatakan hubungan antara dua atau lebih variabel.
c. Masalah harus merupakan hal yang penting, artinya hasil penelitian suatu permasalahan akan mempunyai nilai kegunaan, baik untuk perkembangan ilmu pengetahuan itu sendiri maupun untuk bidang-bidang penerapan lainnya.
d. Masalah harus dapat diuji, artinya suatu masalah yang dipilih dapat diselesaikan dengan cara menguji atau dengan memberikan perlakuan-perlakuan serta data dan fasilitas yang ada.
e. Masalah harus dinyatakan dalam bentuk pertanyaan, artinya adalah masalah harus dinyatakan dengan jelas dan tidak membingungkan orang dalan bentuk pertanyaan.

2. Masalah harus fleksibel
Fleksibel berarti bahwa permasalahan dapat dipecahkan (dianalisis, diuji, digeneralisasikan). Hal ini berarti bahwa:
a. Tersedia data dan metode untuk memecahkan masalah
b. Cukup biaya yang akan digunakan untuk memecahkan masalah
c. Waktu untuk memecahkan masalah tidak terlalu lama (harus wajar)
d. Tidak bertentangan dengan hukum atau adat istiadat masyarakat setempat (tidak bernuansa SARA)

3. Masalah harus sesuai dengan kualifikasi peneliti
Masalah haruslah menarik bagi si peneliti, mengundang rasa penasaran, tantangan, dan kesenangan si peneliti untuk memecahkan masalah tersebut. Masalah juga harus sesuai dengan kualifikasi peneliti, artinya tingkat kesulitan masalah yang akan diteliti tergantung pada derajat ilmiah yang dimiliki oleh seorang peneliti.

Cara Merumuskan Masalah dalam Penelitian
Setelah diidentifikasi, masalah dirumuskan untuk menghasilkan hipotesis. Dari hasil rumusan ini, dapat pula ditemukan topik atau judul penelitian.
Kondisi perumusan masalah adalah sebagai berikut:
1. Masalah dirumuskan dalam bentuk pertanyaan
2. Rumusan masalah hendaknya jelas dan padat
3. Rumusan masalah harus berisi implikasi adanya data untuk memecahkan masalah
4. Rumusan masalah harus merupakan dasar dalam membuat hipotesis
5. Masalah harus menjadi dasar bagi judul penelitian

Contoh perumusan masalah:
"Apakah organisasi semakin tidak efisien jika terjadi konflik sosial di masyarakat?"

Dari rumusan masalah ini, judul penelitian yang dapat dipergunakan adalah
"Pengaruh Konflik Sosial Terhadap Efisiensi Organisasi"

Silakan Tinggalkan Komentar Anda :