10/11/16

Daerah-daerah Budaya di Dunia

Admin Perpusku
Loading...

Para ahli geografi membedakan kawasan suatu daerah berdasarkan kondisi fisik dan budayanya, baik yang berupa material (gedung-gedung, jalan, penguasaan teknologi), maupun spiritual (keagamaan, keyakinan, adat, kebudayaan). Perbedaan antarwilayah secara kultural di permukaan bumi dibagi menjadi sembilan wilayah budaya.

Daerah-daerah budaya di dunia tersebut adalah sebagai berikut:
1. Daerah budaya kutub.
2. Daerah budaya Eropa dan Anglo-Ameria
3. Daerah budaya Amerika Latin
4. Daerah budaya kering
5. Daerah budaya Afrika
6. Daerah budaya Timur
7. Daerah budaya Australia-Selandia Baru
8. Daerah budaya Pasifik
9. Daerah budaya Sosialis


Daerah Budaya Kutub
Daerah Budaya Kutub
Wilayah ini meliputi daerah-daerah dengan geografis yang tinggi, terutama di bumi belahan utara yang tertutup salju, tundra, dan taiga. Suku bangsa asli yang tinggal di wilayah ini termasuk ke dalam ras mongoloid. Mata pencaharian utama penduduk wilayah kutub adalah menangkap ikan atau memelihara rusa kutub. Pertanian di wilayah ini tidak mungkin dilakukan keran tanahnya tertutup salju.
Kehidupan masyarakat kutub merupakan kehidupan nomadis bercirikan kegotong-royongan dan bercorak komunal primitif. Organisasi politik tidak berkembang di wilayah ini dikarenakan penduduknya masih sedikit. Kemajuan-kemajuan yang terjadi lebih disebabkan karena terjadinya kontak dengan dunia luar.

Daerah Budaya Eropa dan Anglo-Amerika
Peradaban Eropa bersumber dari Bangsa Yunani, Romawi, dan Yahudi-Kristen. Secara umum, watak peradaban dunia Barat adalah agresif, progresif, dan serakah. Penduduknya mayoritas beragama Kristen.

Masyarakat di wilayah ini bermata pencaharian agraris bertaraf tinggi, dan industri dengan teknologi modern yang menjamin taraf kehidupan rakyatnya. Gejala urbanisasi dan mobilitas sosial meningkat. Spesialisasi di segala bidang kehidupan meluas, kreatifitas tampak di bidang kesusastraan, musik, dan bidang seni lainnya. Di Eropa telah lahir berbagai paham politik seperti demokrasi, nasionalisme, dan komunisme. Setelah usai perang dunia kedua, Eropa terpecah secara politis menjadi dua, Eropa Timur dengan paham komunis dan Eropa Barat dengan paham emperialis.

Budaya Eropa juga mewariskan budaya Anglo-Amerika di wilayah Amerika Utara. Wilayah geografisnya yang luas dan kekayaan sumber daya alam yang melimpah memberikan banyak keuntungan bagi penduduknya. Di kawasan ini, kapitalisme, indrustrialisme, dan urbanisme bersama-sama mencapai puncaknya. Sumber daya alam yang dimanfaatkan berupa pertambangan dan pertanian dengan mekanisasi dan otomatisasi, sehingga menghasilkan taraf hidup yang tinggi.

Daerah Budaya Amerika Latin
Amerika Latin merupakan wilayah Benua Amerika bagian tengah dan selatan. Kebanyakan penduduk Amerika Latin merupakan imigran dari Iberia, sehingga bahasa yang dipakai umumnya bahasa Spanyol, kecuali Brasil yang berbahasa Portugis. Penduduknya mayoritas beragama Katolik Roma. Arsitektur mediteranian tampak menghiasi kota-kota di wilayah ini. Kekacauan politik seringkali terjadi dan memaksa militer di negara-negara Amerika Latin menerapkan pemerintahan diktator.

Daerah Budaya Kering/Gurun
Daerah Budaya Kering
Benua Asia bagian tengah dan Afrika bagian utara merupakan kawasan kering padang rumput sampai gurun pasir. Secara klimatologis dinamakan wilayah semiarid sampai arid. Di masa lampau, kebanyakan penduduk di wilayah ini hidup nomaden dengan mata pencaharian beternak. Pertanian hanya terbatas di oase-oase yang kemudian menjadi tempat tinggal permanen. Komunikasi dan transportasi antarwilayah diusahakan oleh karavan (kafilah) yang keberadaannya berkaitan erat dengan perternakan dan menggembala. Jaringan kafilah ini luas dan telah berjasa dalam persebaran kota-kota dan desa-desa di seluruh wilayah ini.

Umumnya masyarakat daerah gurun menganut agama Islam dengan tipe budaya semakin ke barat semakin bercorak Arab-Berber. Sedangkan semakin ke timur semakin bercorak Turki-Mongolia. Kehidupan mereka yang terpisah-pisah secara geografis menyebabkan tidak terdapat keseragaman etnik maupun bahasa. Daerah kering yang dulu serba miskin, sekarang ini sudah menjadi negara-negara kaya dengan penemuan tambang-tambang minyak. Negara-negara yang kaya akan minyak tersebut antara lain Arab Saudi, Irak, Iran, Libya, dan Uni Emirat Arab. Negara-negara tersebut dikenal dengan nama negara petro-dollar.

Daerah Budaya Afrika
Dilihat secara keseluruhan, penduduk Afrika merupakan ras Negroid, walaupun di Afrika Selatan telah tinggal orang kulit putih sejak dua abad yang lalu. Penduduk Afrika beranekaragam etnik, bahasa, agama, dan budayanya. Adanya gurun yang luas dibagian tengah dan hutan lebat di wilayah tropik menjadikan wilayah ini menjadi kawasan yang minim sarana komunikasi dan transportasi sehingga lambat dalam perkembangan teknologi.

Mata pencaharian penduduk Afrika banyak yang semula hanya sebagai pengumpul hasil hutan, berburu, kemudian beternak, dan pertanian primitif.
Terjadinya kolonialisme Eropa membawa perubahan di wilayah ini. Ras negroid diperjual-belikan sebagai budak di Benua Amerika. Tetapi semenjak berakhirnya perang dunia kedua, lambat laun berakhir pula penjajahan di Benua Afrika. Saat ini bangsa negro telah mengalami kemajuan pesat utamanya dalam bidang olahraga. Bahkan sekarang ini banyak klub-klub olahraga di negara-negara bangsa kulit putih didominasi oleh bangsa negro.

Daerah Budaya Timur
Asia merupakan kawasan budaya yang beriklim musim (Moonsoon Asia). Wilayah Asia terdiri dari negara-negara dengan keragaman etnik, bahasa, dan agama. Karakteristik yang mengelompokkan bangsa-bangsa di kawasan ini menjadi satu kawasan adalah kondisi sosial ekonomi (dengan pengecualian Jepang, Hongkong, Singapura, dan Korea Selatan). Kesamaan kondisi sosial ekonomi antara lain berupa kemiskinan material, kelambanan ekonomi, jumlah penduduk, buta huruf, dan pola hidup pedesaan.

Daerah Budaya Australia Selandia Baru
Daerah Budaya Australia-Selandia Baru
Sama halnya dengan kawasan Anglo-Amerika, kawasan ini berakar pada budaya Barat, yaitu Eropa. Penduduk aslinya berjumlah kecil  (suku Aborigin) sehingga yang disebut orang Australia adalah orang pendatang berkulit putih. Mata pencaharian di kawasan ini seimbang antara pertanian dan industri. Taraf hidup tinggi, pendidikan baik, bersemangat, dan progresif. Tempat tinggal penduduk Australia dan Selandia Baru kebanyakan di perkotaan, dan pengaruh budaya Amerika berkembang juga di kawasan ini.

Daerah Budaya Pasifik
Letak wilayah budaya ini di Samudera Pasifik yang luas dan dapat dirinci menjadi tiga kelompok budaya, yaitu Melanesia, Mikronesia, dan POlinesia. Lautan menjadi sumber makanan, sarana komunikasi, dan transportasi karena lingkungannya berupa laut. Kedatangan penjajah dari Barat mengakibatkan munculnya perkebunan dan pertambangan. Setelah perang dunia kedua gerakan kebangkitan bangsa mulai muncul di wilayah ini, terutama di bidang politik, budaya, ekonomi, dan sosial. Proses dekolonisasi yang sedang terjadi ditandai dengan bersatunya secara politis penduduk pulau-pulau Samoa Barat, Fiji, Papua Nugini, Tonga, Nauru sebagai Melanesia.

Daerah Budaya Sosialis
Eropa bagian timur dan sebagian besar wilayah Rusia secara geografis sebenarnya dekat dengan Eropa Barat. Namun, Rusia dan negara-negara satelitnya telah mengklaim dirinya atas kepemilikan corak budaya tertentu. Paham komunis dengan sistem ekonomi dan politik yang digariskan Karl Marx mendasari hidup kemasyarakatan yang khas. Saat ini dengan berakhirnya negara komunis Uni Soviet berakhir pula dominasi budaya komunis di kawasan ini. Banyak negara-negara Eropa Timur dan negara-negara pecahan Uni Soviet sekarang telah menjadi anggota Uni Eropa dan NATO.

Silakan Tinggalkan Komentar Anda :