1/30/17

Patih Ampat, 4 Tokoh Sakti Legenda Tanah Banjar

Admin Perpusku
Loading...

Zaman dahulu di tanah Banjar, terdapatlah kerajaan yang bernama Nagara Dipa. Kerajaan Dipa saat itu belum memiliki raja sebagai pemimpin. Hanya ada empat orang pemuka yang dikenal sebagai 'Patih Ampat' atau 'Mantri Ampat'. Mereka adalah orang-orang yang kuat sakti mandraguna. Kekuatan dan kesaktian mereka terkenal ke seluruh pelosok negeri.

Patih Ampat
Panimba Sagara
Orang yang pertama adalah Panimba Sagara. Penampilannya sangat rapi. Warna pakaian kesukaannya adalah kuning. Senjatanya bernama Naga Runting.

Panimba Sagara memiliki kesaktian sanggup menimba air lautan dengan kedua tangannya. Jika ingin mengeringkan air laut, ia bisa mengubah dirinya menjadi lebih besar daripada raksasa. Kalau ia berdiri di tengah lautan yang paling dalam, air laut hanya sampai pada tumitnya. Kalau ia berdiri di daratan, gunung yang tinggi hanya sebatas lututnya. kalau Pambimba Sagara berjalan selangkah saja, satu bukit bisa dilewatinya. Teriakannya mampu membuat seluruh binatang ketakutan. Suaranya bisa terdengar dari arah matahari terbit ke arah matahari terbenam. Kedua telapak tangannya menjadi sebesar telaga saat ia menimba air laut.

Pambalah Batung
Orang kedua dari Patih Ampat bernama Pambalah Batung. Ia suka memakai baju hijau. Pandai berbicara dan berdiplomasi. Senjata andalannya adalah Sampana Carita.

Lelaki ini dapat membelah apa saja yang ada di bumi. Dia dapat membelah sungai menjadi dua bagian, membelah gunung menjadi dua gundukan, memindahkan hutan dari utara ke selatan, dan memindahkan apa saja yang dia inginkan.

Garuntung Waluh
Garuntung Waluh adalah orang ketiga dari Patih Ampat. Ciri khasnya adalah berpakaian merah dan sederhana, pendiam, dan keras hati. Senjatanya dinamakan Tilam Upih.

Seperti anggota Patih Ampat yang lainnya, Garuntung Waluh pun memiliki kesaktian yang mengagumkan. Dia dapat menghilang dan mengecilkan tubuhnya sekecil yang dia inginkan. Tubuhnya bisa lebih kecil dari semut, bahkan bisa lebih kecil dari itu. Mampu bersembunyi di pucuk pohon, di rambut kepala, dan bisa juga bersembunyi di dalam sarung mandau.

Garuntung Manau
Sahabat keempat bernama Garuntung Manau. Pakainnya hitam, orangnya pendiam, dan jujur. Senjata pamungkasnya bernama Balitung.

Kesaktian Garuntung Manau adalah ilmu mengubah diri. Karena itu dia bisa berada di segalam tempat. Dia bisa mnejadi ikan laut, ikan sungai, atau menjadi kutu.
Jika Garuntung Manau ingin menjadi burung, dia menirukan suara dan gerakan burung yang diinginkannya. Tidak lama kemudian dia pun menjadi burung. Dan jika dia ingin menjadi harimau, dia akan mengaum, dalam sekejap saja Garuntung Manau sudah berubah menjadi harimau.

Sakti Mandraguna
Keempat patih tersebut menurut legenda sangat sakti, sehingga sulit dikalahkan. Banyak pendekar yang mencoba kesaktian mereka akhirnya pulang dengan kekalahan. Bahkan menurut legenda, diceritakan ada seorang Mpu sakti mandraguna dari Majapahit yang mengirimkan sebuah keris yang mampu terbang. Keris itu dikatakan bernama Condong Campur. Setelah terjadi perkelahian selama 3 hari 3 malam antara keris Condong Campur dengan Patih Ampat, keris tersebut hancur berkeping-keping, sekaligus mengakhiri hidup Sang Mpu.

Kepergian Patih Ampat
Setelah berkelana ke tanah Jawa untuk mencari calon raja untuk tanah Banjar. Ahirnya Patih Ampat mendapat ijin dari raja Majapahit untuk membawa cucunya, Pangeran Suryanata, untuk di bawa ke Banjar dan dinobatkan menjadi raja disana.
Ketika agama Islam masuk ke Kalimantan, Pangeran Suryanata pun memeluk agama Islam. Sejak saat itu namanya diubah menjadi Pangeran Suryansyah atau Suriansyah.
Sewaktu Pangeran Suriansyah memeluk Islam, Patih Ampat pun sebenarnya juga ingin ikut masuk agama Islam. Tetapi oleh Khatib Dayan mereka disuruh bersunat terlebih dahulu. Dikarenakan Patih Ampat takut bersunat, akhirnya mereka tidak jadi untuk bersyahadat dan memilih mengasingkan diri. Konon menurut legenda, mereka menjadi Orang Gaib di Pegunungan Maratus.


***
 

Sumber : Asal-usul Kerajaan Banjar - Pusat Penelitian Sejarah dan Budaya Proyek Penelitian dan Pencatatan Kebudayaan Daerah Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

Silakan Tinggalkan Komentar Anda :