script async='async' src='//pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js'/> Sistem Saraf, Pengertian dan Bagian-bagiannya

1/12/17

Sistem Saraf, Pengertian dan Bagian-bagiannya

Admin Perpusku

Apakah yang dimaksud dengan sistem saraf? Sistem saraf adalah sistem dalam tubuh yang berfungsi untuk menerima rangsang dan kemudian menanggapi rangsang tersebut.
Sistem saraf memiliki dua fungsi yaitu sebagai penerima dan penghantar rangsang ke seluruh bagian tubuh, serta memberikan tanggapan terhadap rangsang tersebut. Sel saraf yang menerima disebut reseptor, dan sel saraf yang mengirimkan rangsanga disebut efektor. Reseptor dibedakan menjadi eksteroseptor dan interoseptor. Eksteroseptor berfungsi menerima rangsangan dari luar tubuh, sedangkan interoseptor berfungsi menerima rangsanga dari dalam tubuh.

Contoh rangsang yang berasal dari luar dan dalam tubuh, antara lain:
Luar: bau, rasa, sentuhan, cahaya, suhu, tekanan, dan gaya berat.
Dalam: rasa lapar, kenyang, sakit, dan lelah.

Sel Saraf dan Bagian-bagiannya
Jaringan saraf tersusun atas sel-sel yang mempunyai bentuk khusus. Sel-sel tersebut dinamakan neuron dan neuroglia. Keduanya merupakan penyusun jaringan saraf yang tak dapat dipisahkan. Jika ada sel neuron, maka pasti ada sel neuroglia. Neuroglia berfungsi untuk memberikan nutrisi dan bahan-bahan lain yang digunakan untuk kehidupan neuron. Sel-sel neuron terbagi atas beberapa bagian yaitu badan sel(perikarion), dendrit, dan neurit (akson).
a. Badan Sel
Bagian sel yang menyimpan inti sel (nukleus) dan anak inti (nukleolus), berjumlah satu atau lebih yang dikelilingi sitoplasma granuler. Dalam sitoplasma badan sel juga terdapat badan Nissl yang merupakan modifikasi dari retikum endoplasma kasar. Badan Nissl mengandung protein yang digunakan untuk mengganti protein yang habis. Selama metabolisme, protein ini juga bermanfaat untuk pertumbuhan neuron. Jika badan sel rusak, maka serabut-serabut neuron akan mati.
b. Dendrit
Seperti sudah dijelaskan sebelumnya bahwa dendrit merupakan tonjolan sitoplasma dari bagian badan sel. Dibandingkan akson, dendrit ini lebih halus, lebih pendek, dan memiliki percabangan yang lebih banyak. Fungsi dendrit ini adalah untuk meneruskan rangsang dari organ penerima rangsang (reseptor) menuju ke badan sel.
c. Akson
Akson sering disebut juga neurit. Bagian ini merupakan tonjolan sitoplasma yang panjang dan berfungsi untuk meneruskan impuls saraf yang berupa informasi berita dari badan sel. Akson terdiri atas tiga bagian, yaitu:
- Neurofibril, merupakan bagian terdalam dari akson yang berupa serabutserabut halus. Bagian-bagian inilah yang memiliki tugas pokok untuk meneruskan implus.
- Selubung Mielin, bagian ini tersusun oleh sel-sel pipih yang disebut sel Schwann. Selubung mielin merupakan bagian paling luar dari akson yang berfungsi untuk melindungi akson. Selain itu, bagian ini pulalah yang memberikan nutrisi dan bahan-bahan yang diperlukan untuk mempertahankan kegiatan dari
akson.
- Nodus ranvier, merupakan bagian akson yang menyempit dan tidak dilapisi selubung mielin. Bagian ini tersusun dari sel-sel pipih. Dengan adanya bagian ini, terlihat bagian akson tampak berbuku-buku.

Susunan Sistem Saraf
Sistem saraf manusia dibedakan menjadi dua macam, yaitu sistem saraf sadar dan sistem saraf tidak sadar.
1. Sistem Saraf Sadar
Sistem sarad sadar dibedakan menjadi sistem saraf pusat dan sistem saraf tepi.
a. Sistem saraf pusat
Sistem saraf pusat berfungsi mengatur dan mengendalikan sistem koordinasi. Sistem saraf pusat terdiri atas otak dan sumsum. Bagian luar otak dan sumsum diselubungi oleh selaput meninges. Susunan selaput meninges sebagai berikut:
- Durameter, yaitu selaput terluar yang kuat dan melekat pada tulang tengkorak dalam.
- Arakhnoid, lapisan ini menyerupai sarang laba-laba
- Piamater, merupakan lapisan paling tipis dan paling dalam dari selaput meninges. Selaput ini mengandung banyak sel darah.
- Ruang subarakhnoid, adalah ruang yang berisi cairan pelindung yang disebut serebrospinal.

Sistem saraf pusat meliputi:
- Otak (otak besar, otak tengah, otak depan, otak kecil, dan jembatan varol.
- Sumsum (sumsum lanjutan dan sumsum tulang belakang)

b. Sistem Saraf Tepi
Sistem saraf tepi berfungsi menyampaikan informasi ke dan dari pusat pengatur. Sistem saraf tepi pada dasarnya terdiri dari lanjutan sel saraf. Sel-sel saraf ini berfungsi membawa impuls saraf atau rangsang saraf menuju dan dari sistem saraf pusat. Berdasarkan impuls saraf yang dibawa, sistem saraf tepi dibedakan menjadi:
- Sistem saraf aferen, membawa impuls saraf dari reseptor ke susunan saraf pusat.
- Sistem saraf eferen, membawa impuls saraf pusat ke efektor.

Susunan saraf tepi berdasarkan asalnya dibedakan menjadi saraf sumsum tulang belakang (spinal) dan saraf otak (kranial).

2. Sistem Saraf Tak Sadar
Sistem saraf tak sadar atau otonom adalah saraf yang mengendalikan gerak organ-organ dalam(visceral) secara otomatis. Gerak organ dalam meliputi gerak organ jantung, otot polos, pupil, mengembang dan mengerutnya pembuluh darah, serta sekresi enzim dan keringat. Saraf otonom ada dua macam, yaitu:
a. Saraf simpatetik adalah saraf yang berpangkal pada tulang sumsum tulang belakang di daerah dada dan pinggang.
Fungsi saraf simpatetik: memacu atau mempercepat kerja organ-organ tubuh.
b. Saraf parasimpatetik adalah saraf yang berpangkal pada sumsum lanjutan dan dari sakrum yang merupakan saraf pre-ganglion dan post-ganglion.
Fungsi saraf parasimpetik umumnya memperlambat kerja organ-organ tubuh.

Silakan Tinggalkan Komentar Anda :