2/20/17

Lembaga Pengendalian Sosial, Jenis-jenis dan Fungsinya

Admin Perpusku
Loading...

Keteraturan sosial tidak dapat terjadi dengan sendirinya. Sebaliknya, keteraturan sosial  perlu diusahakan dengan memaksimalkan peranan lembaga (pranata) sosial yang ada di tengah-tengah masyarakat. Lembaga (pranata) sosial memiliki peran yang sangat penting  dalam pelaksanaan pengendalian, yakni terhadap perilaku-perilaku yang menyimpang. Lembaga (pranata) sosial pada dasarnya dapat bersifat institusional dan noninstitusional. Lembaga (pranata) sosial yang bersifat institusional dapat melaksanakan peran pengendalian sosial secara formal, seperti kepolisian, lembaga pemasyarakatan, pengadilan, dan lain sebagainya. Sedangkan lembaga (pranata) sosial yang bersifat noninstitusional dapat melaksanakan peran-peran pengendalian sosial secara informal, seperti yang terjadi pada keluarga, teman sejawat, agama, adat istiadat, dan lain sebagainya.

Lembaga Pengendalian Sosial
Macam-macam Lembaga Pengendalian Sosial
Terdapat beberapa lembaga pengendalian sosial yang akan menegakkan aturan dalam masyarakat. Dalam setiap lembaga terdapat petugas yang diberi kewenangan untuk mengawasi dan mengendalikan orang atau kelompok yang menyimpang dari aturan, serta menyadarkannya agar bertindak sesuai dengan norma sosial. Diantara lembaga pengendalian sosial tersebut adalah sebagai berikut.

1. Polisi
Polisi merupakan lembaga pengendalian sosial yang bertugas menjaga keamanan dan ketertibanmasyarakat. Polisi adalah aparat penegak hukum yang bertugas menegakkan kaidah-kaidah/norma sosial. Sebagai penegak hukum polisi juga bertugas melakukan penyidikan berbagai macam kasus penyimpangan sosial khususnya kejahatan dan laporan tentang gangguan ketertiban masyarakat.

2. Pengadilan
Pengadilan adalah lembaga pengendalian sosial resmi yang dibentuk pemerintah untuk menangani pelanggaran-pelanggaran norma/kaidah yang ada di masyarakat. Dalam pengadilan terdapat perangkat yang bertugas menjalankan pengadilan antara lain, hakim, jaksa, panitera, dan pengacara.

3. Sekolah
Sekolah juga termasuk lembaga pengendalian sosial. Guru berkewajiban mendidik dan mengajar para siswa. Mendidik lebih intensif daripada mengajar. Ketika mendidik para siswa, guru akan menanamkan nilai dan norma sosial yang akan membangun kepribadian para siswa. Hal ini mesti dilakukan agar para siswa bisa menjadi individu beradab.

4. Keluarga
Keluarga dapat berperan sebagai lembaga pengendalian sosial bagi anak-anak. Peranan keluarga dalam pengendalian sosial sangat besar, sebab lingkungan keluarga merupakan tempat pertama dan utama bagi anakanak untuk belajar hidup sosial, termasuk mengenal nilai dan norma yang berlaku dalam masyarakat.

5. Pengadilan Adat
Pengadilan adat yaitu suatu lembaga pengendalian sosial yang terdapat pada masyarakat yang masih kuat memegang adat-istiadat. Lembaga adat bertugas untuk mengawasi atau mengendalikan warga yang melanggar norma adat. Hukuman bagi para pelanggar norma adat dapat berupa denda atau diusir dari lingkungan masyarakat adat yang bersangkutan.

6. Tokoh Masyarakat
Tokoh masyarakat adalah para pemimpin masyarakat, baik formal maupun informal. Mereka ditokohkan karena memiliki pengaruh atau wibawa atau kharisma di hadapan masyarakatnya. Para tokoh masyarakat dapat melakukan peranan sebagai lembaga pengendalian sosial terhadap warga masyarakatnya. Misalnya dengan cara mendidik, menasihati, membimbing, membina, menegur, dan sebagainya, agar warga masyarakatnya mematuhi nilai-nilai dan norma yang berlaku.

7. Media Massa
Media massa efektif juga untuk mengendalikan kehidupan sosial masyarakat. Apalagi media massa memiliki cakupan luas, sehingga dapat
mengontrol perilaku para pemimpin dan warga masyarakat. Media massa dapat pula membentuk opini publik sehingga memengaruhi sikap dan pendapat warga masyarakat tentang sesuatu hal.

8. Mahasiswa
Mahasiswa sering disebut sebagai pelaku pengendalian sosial. Demonstrasi mahasiswa untuk menuntut para pemimpin dan pejabat pemerintah yang melanggar norma-norma hukum sehingga merugikan rakyat dan negara adalah salah satu contoh pengendalian sosial.

Fungsi dan Tujuan Utama Lembaga Pengendalian Sosial
Lembaga pengendalian sosial berfungsi untuk mewujudkan dan menjaga keseimbangan antara perubahan dan stabilitas masyarakat. Adapun tujuan lembaga pengendalian sosial adalah terwujudnya kedamaian dan ketertiban dalam sebuah kelompok atau masyarakat.

Silakan Tinggalkan Komentar Anda :