12/1/15

Cara Menumbuhkan Kreativitas Siswa

Admin Perpusku
Loading...

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, kreativitas adalah kemampuan untuk mencipta atau daya cipta. Sedangkan secara umum kreativitas dapat diartikan sebagai kemampuan mengembangkan ide-ide baru dan cara-cara baru untuk menyelesaikan dan menemukan peluang. Kreativitas merupakan tuntutan pendidikan dan kehidupan meskipun kreativitas bukan merupakan bagian dari materi-materi kurikulum, melainkan untuk membuat siswa bisa mengenali potensi dan kemampuannya sendiri. Sehingga siswa mampu menghadapi segala kondisi dan memecahkan permasalahan yang ada. Kreativitas juga memajukan semua bidang kehidupan, karena inovasi hanya lahir dari kreatifitas.

Untuk menumbuhkan kreativitas siswa, seorang guru haruslah berperan sebagai motivator dan fasilitator yang menolong para siswa untuk melakukan refleksi diri, diskusi kelompok, bermain peran, melakukan presentasi secara dramatikal, dan berbagai aktifitas kelompok lainnya. Guru juga berperan sebagai teman belajar, inspirator, navigator, dan orang yang berbagi pengalaman. Bukan sebagai penceramah atau diktator yang maha tahu.

Cara Menumbuhkan Kreativitas Siswa

Beberapa cara menumbuhkan kreativitas siswa adalah sebagai berikut:
1. Guru diharapkan mampu berbicara dengan nada dan bahasa tubuh yang ramah kepada para siswanya.

2. Guru diharapkan tidak menginterupsi atau menghakimi secara tergesa-gesa pada saat para siswa mengekspresikan ide-idenya.

3. Guru diharapkan mampu memberikan pertanyaan terbuka yang lebih banyak, atau menyampaikan pengalaman pribadinya sebagai referensi.

4. Guru diharapkan mampu membantu siswanya untuk membaca dan mengembangkan berbagai kelebihan individualitasnya.

5. Melatih siswa untuk berbicara dan berpendapat dengan jelas dan lancar, sebagai cara melatih siswa untuk percaya diri dalam mengungkapkan pendapatnya.

6. Meminta siswa lainnya untuk menjelaskan jika seorang siswa kurang mengerti atau tidak dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diajukan guru.

7. Membiasakan siswa membentuk kelompok belajar sebagai sarana diskusi siswa untuk memecahkan suatu permasalahan.

8. Menciptakan budaya menjelaskan di kelas, bukan sekedar menjawab yang betul. Artinya jika ada siswa yang menjawab betul, guru diharapkan untuk meminta siswanya menjelaskan alasannya. Dengan demikian siswa yang lain bisa terbantu dalam berusaha untuk mengerti.

9. Menghubungkan isi pengajaran dengan konteks kehidupan nyata. Hal ini akan menjadi pemicu bagi para siswa untuk memberikan respon, berdiskusi, dan berfikir dalam tingkat tinggi.

10. Penggunaan berbagai peralatan bantu dalam pengajaran, seperti power-point, mainan, video, dan peralatan multimedia untuk menumbuhkan gairah siswa dalam belajar, memperluas sudut pandangnya, dan memicu diskusi yang lebih mendalam.

Silakan Tinggalkan Komentar Anda :