Perpusku

2/26/17

Indra Penglihatan (Bagian, Fungsi, dan Macam-macam Cacat pada Mata)

Mata mempunyai reseptor untuk menangkap rangsang cahaya yang disebut fotoreseptor. Oleh karena itu, pada siang hari pantulan sinar matahari oleh benda-benda di sekeliling kita dapat kita tangkap dengan jelas. Sebaliknya pada malam hari, benda-benda di sekitar kita tidak memantulkan cahaya matahari seperti waktu siang hari. Akibatnya, kita hanya mampu melihat benda-benda itu bila mereka memantulkan cahaya dari sumber cahaya lain, misalnya lampu.
Indra Penglihatan (Bagian, Fungsi, dan Macam-macam Cacat pada Mata)
 Bagian-bagian Mata dan Fungsinya
Mata terdiri atas beberapa bagian. Penjelasan bagian-bagian mata dan fungsinya adalah sebagai berikut.
1. Sklera : pembungkus lapisan luar
Fungsi: Melindungi bola mata dari kerusakan mekanis dan memungkinkan melototnya otot mata.

2. Kornea : selaput bening tembus pandang pada bagian depan sklera
Fungsi: Penerima rangsang cahaya, mereaksikan cahaya.

3. Koroidea : lapisan tengah di antara sklera dan retina berupa selaput darah (kecuali di bagian depan)
Fungsi: Penyedia makan bagi bagian mata yang lain.

4. Iris (selaput pelangi) : selaput berwarna (mengandung pigmen melanin) merupakan bagian depan koroidea
Fungsi: Melindungi refleksi cahaya dalam mata, mengendalikan kerja pupil.

5. Pupil : berupa lubang yang dibatasi oleh iris
Fungsi: Mengatur banyak sedikit cahaya yang diperlukan mata.

6. Lensa : berupa lensa bikonveks
Fungsi: Membiaskan dan memfokuskan cahaya agar bayangan benda tepat jatuh pada retina mata.

7. Aqueous humor : berupa cairan encer
Fungsi: Menjaga bentuk kantong depan bola mata.

8. Vitreous humor : berupa cairan bening dan kental
Fungsi: Meneruskan rangsang ke bagian mata memperkukuh bola mata

9. Retina : selaput jala
Fungsi: Menerima bayangan dan untuk melihat benda.

10. Fovea (bintik kuning) : berupa bagian yang mengandung selsel kerucut
Fungsi: Sebagai tempat bayangan jatuh pada daerah retina.

11. Badan silia : berupa otot melingkar dan otot radial yang terdekat pada ujung depan lapisan koroid yang membentuk penebalan
Fungsi: Menyokong lensa dan mensekresikan aqueous humor.

12. Bintik buta : tempat saraf optik meninggalkan bagian dalam bola mata
Fungsi: Tidak peka terhadap cahaya karena tidak mengandung sel konus dan sedikit sel batang.

13. Saraf mata : berupa serabut saraf
Fungsi: Meneruskan rangsang cahaya ke saraf kranial (saraf optik).

Urutan Penerimaan Rangsang pada Mata
Rangsang yang diterima indra penglihat (mata) berupa cahaya. Cahaya yang masuk melalui kornea akan diteruskan seperti berikut.
Cahay - Aqueous Humor - Pupil - Lensa - Vitreous humor - Retina

Pupil Menyempit dan Melebar
Apabila cahaya yang masuk terlalu terang, pupil akan menyempit atau mengalami konstriksi. Bila cahaya redup, pupil akan melebar atau mengalami dilatasi. Cahaya yang dipantulkan ke mata masuk ke dalam retina khususnya pada fovea (bintik kuning). Cahaya ini dapat terfokus ke dalam fovea karena diatur oleh lensa.

Daya Akomodasi
Lensa mata mempunyai kemampuan untuk memipih dan mencembung. Kemampuan ini disebut daya akomodasi. Coba Anda rasakan gerakan otot mata Anda saat membaca buku ini. Pada jarak seperti ini berarti jarak benda dekat. Apakah Anda merasakan adanya perubahan pada otot mata Anda bila dibandingkan dengan otot mata yang digunakan saat melihat benda yang jauh?

Otot yang terikat pada lensa dan dinding koroidea ini disebut otot siliaris. Otot ini berfungsi mengubah bentuk lensa. Apabila lensa digunakan untuk melihat benda jarak dekat maka lensa mata akan mencembung, bentuk lensa akan memipih bila digunakan untuk melihat benda jarak jauh.

Macam-macam Sel pada Retina Mata

Pada retina terkandung 2 macam sel yaitu sel batang dan sel kerucut. Sel batang mengandung pigmen rhodopsin, yaitu suatu bentuk senyawa vitamin A dengan protein tertentu. Selsel ini paling banyak terletak di fovea dan berfungsi untuk menerima bayangan dengan cahaya lemah, dan bayangan yang terbentuk atau terpersepsi hitam putih.

Selain mengandung sel batang, retina juga mengandung sel kerucut atau sel konus. Sel ini mengandung iodopsin. Fungsi sel konus untuk menerima rangsang warna merah, biru, dan hijau. Setiap satu sel kerucut mengandung satu di antara ketiga pigmen. Apabila retina mata hanya memiliki satu pigmen atau sel kerucut satu maka akan mengalami buta warna. Orang yang hanya memiliki dua macam sel kerucut disebut dikromat. Sementara itu, orang yang hanya memiliki satu macam sel kerucut disebut monokromat. Pada monokromat, warna yang terlihat oleh mata hanya hitam dan putih serta bayangan kelabu.

Seluruh bagian retina terdapat sel-sel batang maupun sel kerucut, kecuali tempat saraf mata berada. Daerah tempat saraf mata ini sangat kecil hingga menyerupai sebuah titik saja. Titik kecil ini disebut bintik buta.

Macam-macam Cacat Pada Mata

1. Rabun dekat(hipermetropi)
Cacat mata yang mengakibatkan pandangan mata kabur jika melihat benda yang dekat dengan mata. Hal ini karena lensa mata tidak dapat mencembung dengan sempurna. Rabun dekat dapat dibantu dengan kacamata berlensapositifatau cembung.

2. Rabun jauh (miopi)
Yaitu cacat mata yang mengakibatkan pandangan mata kabur jika melihat benda yang jauh dari mata. Hal ini karena lensa mata tidak dapat memipih dengan sempurna. Rabun jauh dapat dibantu dengan kacamata berlensanegatifatau cekung.

3. Mata tua(presbiopi)
Merupakan cacat mata yang mengakibatkan pandangan mata kabur jika melihat benda yang dekat maupun benda yang jauh. Cacat mata ini karena lensa mata tidak dapat berakomodasi dengan baik. Mata tua dapat dibantu dengan kacamata berlensa ganda.

4. Rabun Senja (hemeralopi)
Adalah penyakit pada mata yang disebabkan oleh kekurangan vitamin A. Penderita rabun senja tidak dapat melihat dengan jelas pada senja hari. Bila keadaan demikian dibiarkan berlanjut akan mengakibatkan kornea mata rusak dan dapat menyebabkan kebutaan.

5. Buta warna
Cacat mata ini dikarenakan kerusakan sel konus, sehingga penderita tidak dapat membedakan warna. Biasanya merupakan cacat keturunan.

6. Astigmatisme

Kecembungan kornea tidak merata sehingga bayangan menjadi tidak terfokus (kabur). Cacat mata ini dapat dibantu dengan lensa silinder (silindris).

7. Katarak
Katarak adalah cacat mata yang disebabkan adanya pengapuran pada lensa mata sehingga daya akomodasi berkurang dan penglihatan menjadi kabur. Katarak umumnya terjadi pada orang yang sudah berusia lanjut dan dapat menimbulkan kebutaan.

8. Keratomalasia
Keratomalasia timbul karena kornea menjadi putih dan rusak.

Indra Pendengar (Bagian, Fungsi, dan Macam-macam Kelainan pada Telinga)

Telinga adalah organ yang terspesialisasi menerima rangsang berupa getaran. Selain berfungsi dalam indra pendengaran, telinga juga menentukan keseimbangan posisi kepala. Telinga dibagi menjadi tiga bagian, yaitu bagian luar, bagian tengah, dan bagian dalam.

Telinga bagian luar
berfungsi menampung getaran dan meneruskannya ke telinga bagian tengah. Telinga bagian luar terdiri atas beberapa bagian, yaitu daun telinga (pinnae), saluran telinga luar (liang telinga), dan gendang telinga.

Telinga bagian tengah merupakan rongga yang berisi udara untuk menjaga tekanan udara agar seimbang. Di dalamnya terdapat saluran eustachius yang menghubungkan telinga tengah dengan faring. Rongga telinga tengah berhubungan dengan telinga luar melalui membran timpani. Hubungan telinga tengah dengan bagian telinga dalam melalui jendela oval dan jendela bundar yang keduanya dilapisi dengan membran yang transparan.

Telinga bagian dalam merupakan sederetan ruang dan saluran yang berisi cairan. Telinga bagian dalam ini terbagi menjadi dua bagian dengan fungsi yang berbeda.Pada bagian atas telinga dalam terdapat tiga saluran setengah lingkaran yang berfungsi untuk alat keseimbangan,sedangkan di bagian bawah telinga dalam terdapat saluran berupa rumah siput (koklea). Di dalam koklea terdapat sel-sel saraf sensoris yang dihubungkan ke otak oleh saraf pendengaran.
Indra Pendengar (Bagian, Fungsi, dan Macam-macam Kelainan pada Telinga)
 Bagian-bagian Telinga dan Fungsinya
1. Bagian-bagian Telinga Luar dan Fungsinya
a. Daun telinga, adalah bagian telinga luar berupa gelambir.
Fungsi: Mengumpulkan dan meyalurkan gelombang bunyi ke dalam telinga.
b. Liang telinga, saluran menuju membran timpani.
Fungsi: Membantu mengkonsentrasikan gelombang suara.
c. Rambut, berupa bulu-bulu halus.
Fungsi: Menahan dan menjerat kotoran yang melewati lubang telinga.
d. Kelenjar minyak, yaitu bagian yang menghasilkan minyak.
Fungsi: Meminyaki dan menahan kotoran yang melewati lubang telinga,
e. Membran timpani, berupa selaput tipis (selaput gendang) yang kuat.
Fungsi: Menangkap getaran bunyi dan menyalurkan ke tulang-tulang pendengar.

2. Bagian-bagian Telinga Tengah
Telinga ini terdiri atas tulangtulang pendengar (osikula), yaitu tulang martil (maleus), tulang landasan (inkus), dan tulang sanggurdi (stapes). Selain terdiri atas osikula, telinga tengah juga meliputi tingkap oval, yaitu membran pembatas antara telinga tengah dan telinga dalam.

3. Bagian-bagian Telinga Dalam dan Fungsinya
a. Rumah siput (koklea), Saluran seperti spiral (berisi cairan endolimfe)
Fungsi: Meneruskan rangsang getaran bunyi.
b. Organ korti, Bagian koklea yang peka terhadap rangsang bunyi
Fungsi: Meneruskan getaran bunyi ke saraf auditori.
c. Kanalis semisirkularis (3 saluran setengah lingkaran), Berupa 3 saluran berlengkung-lengkung
Fungsi: Alat keseimbangan tubuh.
d. Sakulus dan utrikulus, Pangkal kanalis semisirkularis (berisi cairan endolimfe dan butiran kalsium)
Fungsi: Menjaga keseimbangan tubuh.

Macam-macam Gangguan Pada Telinga
Beberapa gangguan pada telinga sebagai fungsi pendengaran sebagai berikut.
1. Tuli konduksi, telinga tidak dapat mendengar karena gangguan pada penghantaran getaran suara. Sebab-sebab gangguan ini antara lain:
a. penyumbatan saluran telinga oleh minyak serumen,
b. penebalan atau pecahnya membran timpani,
c. pengapuran pada tulang pendengaran,
d. kekakuan hubungan stapes pada tingkap oval.
2. Tuli saraf, yaitu tuli yang disebabkan adanya kerusakan saraf auditori (saraf pendengaran).

Telinga Sebagai Alat Keseimbangan
Mengapa telinga juga berfungsi sebagai alat keseimbangan? Hal ini dikarenakan pada sel-sel rambut
tersebut terdapat bola-bola kalsium karbonatyang berukuran sangat kecil. Bola-bola ini dipengaruhi gravitasi. Pada saat kepala berubah posisi, ”batu-batu telinga” menggeser posisinya. Impuls saraf yang diawali oleh selsel rambut dikirim kembali ke otak memberi tahu adanya perubahan.

2/23/17

Pengertian Alat Indra, Macam-macam, dan Fungsinya

Pengertian Alat Indra
Apakah yang dimaksud dengan alat indra? Alat indra adalah alat-alat tubuh yang mampu menerima rangsang tertentu dan berfungsi mengetahui keadaan luar. Alat indra manusia sering disebut panca indra, karena terdiri dari lima indra yaitu indra penglihat (mata), indra pendengar (telinga), indra pembau/pencium (hidung), indra pengecap (lidah), dan indra peraba (kulit).
Reseptor pada Alat Indra
Penerima rangsang pada alat indra sangat spesifik terhadap macamnya rangsang. Penerima rangsang tersebut antara lain:
1. eksteroseptor : penerima rangsang dari luar,
2. interoseptor : penerima rangsang dari dalam tubuh,
3. proprioseptor : penerima rangsang yang berada dalam otot.

Macam-macam Alat Indra
Seperti disebutkan diatas, alat indra terdiri atas 5 macam (panca indra). Berikut ini penjelasannya.

1.  Indra Penglihatan (Mata)
Mata mempunyai reseptor khusus untuk me ngenali perubahan sinar dan warna. Sesungguhnya yang disebut mata bukanlah hanya bola mata, tetapi termasuk otot-otot penggerak bola mata, kotak mata (rongga tempat mata berada), kelopak, dan bulu mata.

2.  Indra Pendengaran (Telinga)
Telinga mempunyai reseptor khusus untuk mengenali getaran bunyi dan untuk keseimbangan. Ada tiga bagian utama dari telinga manusia, yaitu bagian telinga luar, telinga tengah, dan telinga dalam.

Telinga luar berfungsi menangkap getaran bunyi, dan telinga tengah meneruskan getaran dari telinga luar ke telinga dalam. Reseptor yang ada pada telinga dalam akan menerima rangsang bunyi dan mengirimkannya berupa impuls ke otak untuk diolah.

3.  Indra Peraba (Kulit)
Kulit pada manusia dapat berfungsi sebagai organ ekskresi maupun sebagai indra peraba. Kulit merupakan indra peraba yang mempunyai reseptor khusus untuk sentuhan, panas, dingin, sakit, dan tekanan.

4. Indra Pengecap (Lidah)
Kulit pada manusia dapat berfungsi sebagai organ ekskresi maupun
sebagai indra peraba. Kulit merupakan indra peraba yang mempunyai
reseptor khusus untuk sentuhan, panas, dingin, sakit, dan tekanan.

5.  Indra Pembau/Penciuman (Hidung)
Indra pembau berupa kemoreseptor yang terdapat di permukaan dalam hidung, yaitu pada lapisan lendir bagian atas. Reseptor pencium tidak bergerombol seperti tunas pengecap.

Epitelium indra pembau/penciuman mengandung 20 juta sel-sel olfaktori yang khusus dengan akson-akson yang tegak sebagai serabut-serabut saraf pembau. Di akhir setiap sel pembau pada permukaan epitelium mengandung beberapa rambut-rambut pembau yang bereaksi terhadap bahan kimia bau-bauan di udara.

Fungsi Sistem Indra
Alat indra mempunyai sel-sel reseptor khusus untuk mengenali perubahan lingkungan sehingga fungsi sistem indra adalah untuk mengenal lingkungan luar atau berbagai rangsang dari lingkungan di luar tubuh kita. Dengan memiliki indra kita mampu mengenal lingkungan dan menanggapi perubahan-perubahan yang terjadi di lingkungan. Oleh karena itu, kita dapat melindungi tubuh kita terhadap gangguan-gangguan dari luar tubuh.

2/22/17

Macam-macam Kelenjar Endokrin di dalam Tubuh Manusia dan Fungsinya

Saat tubuh Anda kekurangan air (dehidrasi), tubuh akan mengirimkan impuls ke otak dan Anda akan merasakan bahwa Anda haus. Selanjutnya, saraf akan aktif berperan mempengaruhi kelenjar hipotalamus. Hal ini menunjukkan bahwa di dalam tubuh telah terjadi proses hormonal. Keadaan ini akan membuat kelenjar hipofisis menghasilkan hormon antidiuretik (hormon vasopresin). Hormon ini berfungsi menghambat atau menghentikan pembuangan cairan tubuh berupa urine. Apabila Anda segera minum saat kehausan, impuls rasa haus menjadi berkurang, dan hormon antidiuretik tidak dikeluarkan lagi.
Pengertian Sistem Endokrin
Sistem endorkin adalah sekumpulan kelenjar dan organ yang memproduksi dan mengatur hormon dalam aliran darah untuk mengontrol banyak fungsi tubuh. Sistem ini tumpang tindih dengan sistem saraf dan eksokrin dan tanggung jawabnya meliputi metabolisme, pertumbuhan, dan perkembangan seksual.

Mengapa Kelenjar Endrorin Disebut Kelenjar Buntu?
Kelenjar endokrin disebut juga kelenjar buntu karena bermuara langsung ke dalam pembuluh darah. Senyawa protein atau senyawa steroid berupa getah yang disekresikan oleh kelenjar endokrin disebut hormon. Hormon bekerja sama dengan sistem saraf berfungsi mengatur pertumbuhan, keseimbangan internal reproduksi, dan tingkah laku.

Macam-macam Kelenjar Endokrin
Macam-macam Kelenjar Endokrin Berdasarkan Aktivitasknya
1. Kelenjar yang bekerja sepanjang hayat. Contoh: kelenjar yang digunakan dalam metabolisme tubuh.
2. Kelenjar yang dimulai pada mulai masa tertentu. Contoh: kelenjar kelamin.
3. Kelenjar yang bekerjanya sampai masa tertentu. Contoh: corpus luteumuntuk membentuk hormon progesteron.

Macam-macam Kelenjar Endokrin Berdasarkan Letaknya
1. Kelenjar Hipofisis
2. Kelenjar Tiroid
3. Kelenjar Paratiroid
4. Kelenjar Adrenal
5. Kelenjar Pankreas
6. Kelenjar Gonad
7. Kelenjar Timus

Berikut ini penjelasan tentang 7 kelenjar endokrin dan funsinya:

1. Kelenjar Hipofisis (Kelenjar Pituitari)
Kelenjar hipofisis merupakan kelenjar endokrin yang terbesar. Kelenjar ini disebut master of glandkarena mempengaruhi aktivitas kelenjar yang lain. Kelainan hormon ini ada 2 macam yaitu hipersekresi misalnya gigantisme dan hiposekresimisalnya kekerdilan (kretinisme). Hipersekresi pada orang dewasa menyebabkan terjadinya akromegali yaitu tulang bengkak ke samping.

Jenis-jenis hormon yang dihasilkan oleh kelenjar hipofisis
a. Lobus anterior
- Tiroksin (TSH), fungsi: merangsang kelenjar tiroid untuk memproduksi tiroksin.
- Adenokortikotropin (ACTH), fungsi: merangsang korteks adrenal untuk memproduksi kortikosteroid.
- Follicle Stimulating Hormone (FSH), fungsi: memacu perkembangan tubulus seminiferus dan spermatogenesis.
- Luteinizing Hormone (LH), fungsi: menstimulasi estrogen.
- Interstitial Cell Stimulating Hormone (ICSH), fungsi: menstimulasi testis untuk berkembang dan menghasilkan testosteron.
- Prolaktin (TH)/Laktogen, fungsi: menstimulasi sekresi air susu oleh kelenjar susu.

b. Intermedia
- Somatotrof (STH), fungsi: merangsang pertumbuhan tulang
- Melanosit stimulating hormone (MSH), fungsi: mengatur penyuburan pigmen pada sel-sel melanofor kulit sehingga mempengaruhi perubahan warna kulit

c. Posterior
- Oksitosin, fungsi: membantu merangsang kontraksi otot pada uterus.
- Vasopresin/antidiuretik hormone (ADH), fungsi: mencegah kadar air dalam tubuh sehingga mencegah pembentukan urine dalam jumlah banyak.

2. Kelenjar Tiroid (Kelenjar Gondok)
Keistimewaan kelenjar tiroid dibanding kelenjar endokrin yang lain yaitu kaya pembuluh darah. Kelenjar ini menghasilkan hormon tiroksin, triidotironin, dan kalsitonin.

Hiposekresi kelenjar tiroid mengakibatkan gejala kemunduran pada fisik (kretinisme) dan mental terutama pada masa anak-anak. Hiposekresi kelenjar tiroid pada orang dewasa mengakibatkan miksodemadengan ciri-ciri kegemukan (obesitas) dan kecerdasan menurun. Sebaliknya, jika terjadi hipersekresi kelenjar ini dapat mengakibatkan hiperaktif, tetapi badan kurus (morbus basedowi) dengan tanda-tanda gugup, nadi dan napas cepat serta tidak teratur, mulut ternganga, mata lebar (eksoftalmus), meningkatnya metabolisme dan emosional.

Jenis-jenis hormon yang dihasilkan oleh kelenjar tiroid
a. Tiroid
- Tiroksin, fungsi: berperan dalam proses metabolisme, pertumbuhan fisik, perkembangan mental, kematangan seks, mengubah glikogen menjadi gula dalam hati.
- Triidotironin, fungsi: distribusi air dan garam dalam tubuh (sama dengan peran hormon tiroksin)
- Kalsitonin, fungsi: menjaga keseimbangan kalsium dalam darah.

3. Kelenjar Paratiroid (Kelenjar Anak Gondok)

Kelenjar ini berperan dalam mengendalikan kadar kalsium dalam darah. Hormon yang dihasilkan oleh kelenjar ini adalah arathormon yang berfungsi mengendalikan kadar kalsium dalam darah.

Hiposekresi kelenjar ini mengakibatkan kadar kalsium dalamdarah menurun dan mengakibatkan kejang-kejang otot (tetani). Sebaliknya, hipersekresi kelenjar ini mengakibatkan kadar kalsium dalam darah meningkat sehingga menyebabkan kelainan pada tulang seperti rapuh, abnormal, dan mudah patah. Kelebihan kalsium darah mengakibatkan terjadi endapan dalam ginjal atau menderita batu ginjal.

4. Kelenjar Adrenal (Kelenjar Anak Ginjal)

Kelenjar ini terdiri atas dua bagian, yaitu bagian kulit (korteks) dan bagian dalam (medula).

Kelainan hipersekresi kelenjar adrenal pada wanita mengakibatkan virilisme, yaitu timbulnya ciri-ciri kelamin sekunder pada pria dan wanita. Sebaliknya, sekresi yang rendah atau hipofungsi kelenjar adrenal menimbulkan penyakit addison. Penyakit ini ditandai dengan kulit menjadi merah dan selalu mengakibatkan kematian.

Jenis-jenis hormon yang dihasilkan oleh kelenjar adrenal
a. Korteks
- Korteks mineral, fungsi: menyerap natrium darah, mengatur reabsorpsi air pada ginjal.
- Glukokortikoid, fungsi: menaikkan kadar glukosa darah, pengubahan protein menjadi glikogen di hati, mengubah glikogen menjadi glukosa
b. Medula
- Androgen, fungsi: membentuk sifat kelamin sekunder pria.
- Adrenalin/epineprin, fungsi: mengubah glikogen dalam otot menjadi glukosa (dalam darah).

5. Kelenjar Pankreas (Kelenjar Langerhans)
Pada pankreas tersebar kelompok kecil sel-sel yang kaya pembuluh darah, disebut pulau Langerhans.

Hiposekresi hormon insulin mengakibatkan sakit kencing manis (diabetes mellitus), yaitu meningkatnya kadar gula darah.

Jenis-jenis hormon yang dihasilkan oleh kelenjar pankreas
a. Pankreas
- Insulin, fungsi: mengubah gula darah (glukosa) menjadi gula otot (glikogen) di hati.
- Glukogen, fungsi: mengubah glikogen menjadi glukosa.

6. Kelenjar Gonad
Kelenjar ini dibedakan menjadi kelenjar gonad pada wanita dan kelenjar gonad pada pria.
Hiposekresi kelenjar gonad pada wanita mengakibatkan gangguan pada menstruasi dan timbulnya tumor.

Jenis-jenis hormon yang dihasilkan oleh kelenjar gonad
a. Ovarium pada wanita
- Estrogen, fungsi: menentukan ciri pertumbuhan kelamin sekunder.
- Progesteron, fungsi: penebalan dan perbaikan dinding uterus.

b. Testis pada pria
- Testosteron, fungsi: menentukan ciri pertumbuhan kelamin sekunder

7. Kelenjar Timus
Kelenjar timus berfungsi untuk membentuk hormon thymosin yang berperan dalam sistem imun (kekebalan).

Pengaruh Obat-obatan terhadap Sistem Saraf

Obat diberikan oleh dokter kepada pasien dengan tujuan mengobati penyakit. Namun, obat justru sering disalahgunakan oleh orang-orang yang tidak sakit. Tahukah Anda bahwa mengonsumsi obat-obatan psikotropika (narkoba) bisa berakibat fatal? Misalnya pemakaian heroin, obat ini berfungsi untuk mengurangi rasa sakit. Dokter menggunakan heroin untuk membius pasien sehingga proses anestesi berjalan lancar tanpa rasa sakit pasien. Penyalah gunaan pemakaian heroin justru dapat merusak kegiatan fisiologis dan psikologis.
Pengaruh Obat-obatan terhadap Sistem Saraf
Selain itu pemakai heroin akan mengalami kecanduan (adiksi), sehingga tidak mau menghentikan pemakaian heroin tersebut. Bila dihentikan secara tiba-tiba, jaringan saraf tubuh akan mengalami perubahan atau reaksi fisik yang bisa berakibat fatal.
Oleh karena itu, seorang pecandu yang ingin berhenti kecanduan harus ditangani oleh dokter ahli agar kerusakan yang terjadi pada jaringan dapat berkurang secara tepat.


 Contoh Obat-obatan yang Mempengaruhi Kerja Saraf
Berikut beberapa contoh jenis obat yang dapat mempengaruhi sistem kerja saraf.
1. Desinfektans, merupakan obat luar pembunuh kuman, misalnya alkohol, iodium, dan pengompres luka.
2. Depresan, merupakan obat penghambat fungsi neuron dalam sistem saraf pusat. Yang termasuk obat ini yaitu:
a. Etil, alkohol dalam minuman keras;
b. Obat tidur dan penenang (hipnotika dan sedativa), misalnya barbiturat (seconal, nembutal, luminal, dan amytol), nonbarbiturat (doriden, placidyl, noludar, dan methaqualone), serta turunan diazepam/valium (nitrazepam dan flunitrazepam);
c. Minortranqualizers.
3. Stimulan, termasuk jenis obat yang dapat menstimulasi sistem saraf simpatetik, misalnya metamfetamin, amfetamin, kafein, deksedrin, ritaline, metil fenidate, dan phenmetracine.
4. Halusinogen, termasuk jenis obat untuk menambah keyakinan diri yang bersifat sementara, contohnya lysergic acid diethylamide (LSD), atropin, scopelamin, tetrahidrokanabinol, dan fensiklidin.
5. Narkotika, termasuk jenis obat yang dapat menurunkan transmisi saraf pada lintasan sensorik dari sumsum tulang belakang dan otak yang memberi isyarat rasa nyeri dan menghambat neuron dalam sumsum lanjutan (medula oblongata) contohnya morphin, codeine, heroin, metadon, dan nalline.

2/21/17

Rumus Segitigas Siku-siku (Luas, Tinggi, Keliling)

Pengertian Segitiga Siku-siku
Apakah yang dimaksud dengang segitiga siku-siku? Apa penertian segitiga siku-siku? Segitiga siku-siku adalah sebuah segitiga yang salah satu dari tiga sudutnya mempunyai sudut 90° atau siku-siku, dimana sisi didepan sudut siku-sikunya (sudut yang besarnya 90ยบ) merupakan sisi miring atau hypotenusa.
Rumus Segitigas Siku-siku (Luas, Tinggi, Keliling)
 Sifat-sifat Segitiga Siku-siku
1. Memiliki dua sisi yang saling tegak lurus.
2. Mempunyai satu sisi miring / hypotenusa.
3. Salah satu sudutnya merupakan sudut siku-siku.
4. Segitiga siku-siku sama kaki memiliki satu simetri lipat.
5. Tidak mempunyai simetri putar.

Rumus Luas Segitiga Siku-siku
L = ½ . a . t

dimana:
L = Luas segitiga siku-siku
a = alas
t = tinggi

Rumus Tinggi Segitiga Siku-siku
Untuk mencari tinggi segitiga siku-siku, berlaku rumus pythagoras.
a. Jika panjang sisi a dan panjang sisi b sudah diketahui ukurannya maka panjang sisi c dapat ditentukan dengan persamaan c2= a2 + b2

b. Jika panjang sisi a dan panjang sisi c sudah diketahui ukurannya maka panjang sisi b dapat ditentukan dengan persamaan b2 = c2 – a2

c. Jika panjang sisi b dan panjang sisi c sudah diketahui ukurannya maka panjang sisi a dapat ditentukan dengan persamaan a2 = c2 – b2

Persamaan atau rumus di atas biasa di sebut dengan teorema phytagoras.

Rumus Keliling Segitiga Siku-siku
K = s1 + s2 + s3

dimana:
K = Keliling
s = sisi

Itulah rumus lengkap segitiga siku-siku.

Rumus Segitiga Sama Sisi (Luas, Tinggi, Keliling)

Pengertian Segitiga Sama Sisi
Segitiga sama sisi adalah salah satu jenis segitiga yang memiliki panjang sisi yang sama. Karenakan ketiga sisinya sama panjang itulah segitiga ini dinamakan segitiga sama sisi.
 Sifat-sifat Segitiga Sama Sisi
Segitiga sama sisi mempunyai sifat-sifat :
1. Memiliki tiga buah sisi yang sama panjang.
2. Memiliki tiga buah sudut yang sama besar.
3. Memiliki tiga buah sumbu simetri.

Rumus Luas Segitiga Sama Sisi
Rumus umum luas dari sebuah segitiga adalah :
L = ½ a . t

Namun pada segitiga sama sisi untuk menghitung luasnya selain menggunakan rumus L = ½ a x t, juga bisa menggunakan rumus cepat untuk mencari luasnya yaitu :
L = a2/4 . √3

dimana:
L = Luas
a = panjang sisi segitiga

Rumus Tinggi Segitiga Sama Sisi
Rumus tinggi segitiga sama sisi adalah:
t = ½ . a . √3


Rumus Keliling Segitiga Sama Sisi
Untuk menghitung keliling segitiga sama sisi, tidak ada perbedaan rumus untuk menghitung keliling sebuah segitiga pada umumnya.
Rumus keliling segitias sama sisi adalah:
K = sisi 1 + sisi 2 + sisi 3

Atau bisa juga dengan menggunakan rumus
K = panjang sisi . 3 Atau
K = 3.a
dengan:
K = Keliling segitiga
a = panjang sisi segitiga
hal tersebut bisa terjadi karena panjang semua sisinya sama.

Itulah rumus lengkap segitiga sama sisi.

Peran Virus yang Menguntungkan dan Merugikan dalam Kehidupan

Dalam kehidupan manusia, hewan, dan tumbuhan virus dapat merugikan dan menguntungkan. Pada umumnya virus merugikan tubuh makhluk hidup yang menjadi inangnya. Virus bisa merugikan karena menimbulkan penyakit baik pada manusia, hewan, maupun tumbuhan. Tetapi ternyata ada juga virus yang menguntungkan, terutama bagi manusia. Berikut akan diberikan contoh jenis-jenis virus berdasarkan peranannya.
Peran Virus yang Menguntungkan dan Merugikan dalam Kehidupan
Peran Virus yang Menguntungkan
Di antara manfaat penting virus adalah virus berperan sebagai vektor pada bidang rekayasa genetika. Virus dimanfaatkan dalam kloning gen, yaitu produksi ADN yang identik secara genetis, untuk dimanfaatkan bagi kepentingan manusia. Beberapa contoh jenis virus ini adalah:
1. Virus yang digunakan untuk membuat hormon insulin
Virus ini digunakan untuk menyembuhkan penyakit gula (diabetes melitus). Hal ini merupakan rekayasa yang berguna di bidang kedokteran.
2. Virus yang bermanfaat untuk mengendalikan serangga yang dapat merusak tubuh tanaman.
Virus juga bisa dimanfaatkan untuk mengendalikan serangga. Sehingga bisa digunakan untuk membasmi hama dalam bidang pertanian.
3. Virus untuk terapi gen
Terapi gen adalah upaya penyembuhan suatu penyakit keturunan yang disebabkan oleh pewarisan gen.

Peran Virus yang Merugikan
Kebanyakan virus dapat menimbulkan berbagai jenis penyakit dan dapat menimbulkan kanker. Penyakit yang disebabkan oleh virus dapat juga menimbulkan cacat fisik atau kematian karena banyak yang belum diketahui cara pengobatannya. Selain menyerang manusia, virus juga menyerang tumbuhan dan hewan. Pada gilirannya, dapat memberikan kerugian pada manusia.

1. Virus yang Menyerang Manusia
Seperti halnya pada hewan, penyakit pada manusia pun banyak yang disebabkan oleh virus. Penularan oleh virus ini dapat melalui berbagai cara, antara lain melalui udara, cairan tubuh, dan air.
a. Influenza
Virus influenza hanya menyerang membran trakea. Virus ini bernama Orthomyxovirus. Virus ini menyebar melalui udara dan masuk ke dalam tubuh manusia melalui saluran pernapasan.
b. HIV (Human Immunodeficiency Virus)
HIV merupakan penyebab penyakit AIDS yang merupakan virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh manusia atau menyerang sel darah putih. Sel darah putih ini mengontrol sistem kekebalan tubuh. Oleh karena itu, pada penderita AIDS sistem kekebalan tubuhnya berkurang sehingga tubuhnya pun rentan terkena penyakit. Virus HIV ditularkan melalui luka di kulit, selaput lendir, hubungan seksual, transfusi darah, dan penggunaan jarum suntik yang tidak steril. HIV banyak terdapat di darah dan cairan mani penderita.
c. Herpes
Herpes merupakan penyakit yang ditandai dengan adanya bintik merah nanah dan berkelompok di kulit, dan disertai oleh demam. Penyebab herpes adalah virus anggota famili Herpertoviridae. Virus herpes menyerang kulit dan selaput lendir
d. Cacar air
Cacar air disebabkan oleh Varicella zoster virus. Virus ini hanya menyerang kulit. Gejala yang ditimbulkan berupa demam, sakit kepala, serta timbul bintik kemerahan berisi cairan di kulit.
e. Kanker
Virus ada juga yang menyebabkan kanker, misalnya T-cell leukemia penyebab kanker pada sel darah putih. Selain itu, ada juga virus papilloma yang menyebabkan penyakit kanker pada genital.
f. Polio
Virus yang menyebabkan polio hanya menyerang sel saraf. Virus polio masuk ke dalam tubuh melalui makanan dan minuman, atau melalui udara pernapasan. Kemudian, virus ini berkembang di jaringan getah bening saluran pencernaan dan memasuki kelenjar getah bening. Virus ini lalu masuk ke peredaran darah menuju sumsum tulang dan otak. Akhirnya, virus ini merusak sel saraf dan dapat mengakibatkan kelumpuhan bahkan kematian

2. Virus yang Menyerang Tumbuhan

Virus yang menyerang tumbuhan dapat mengenai bagian daun, buah, dan batang. Virus biasanya menyerang tumbuhan berbunga. Virus yang menyerang tumbuhan ini dapat mengakibatkan kematian. Cara virus masuk ke dalam bagian tubuh tumbuhan, misalnya pada bagian daun, yaitu dengan bantuan serangga. Virus masuk pada saat serangga memakan daun. Virus ini tidak dibawa oleh serangga, tetapi melalui udara. Virus dapat masuk setelah dinding sel pada daun rusak karena dimakan serangga.
a. Mosaik
Mosaik merupakan penyakit yang menyerang tomat, kentang, dan tembakau. Penyakit ini menyebabkan daun menjadi berbintik-bintik kuning. Disebabkan oleh Tobacco Mosaic Virus (TMV).
b. Tungro
Tungro merupakan penyakit yang menyerang padi dan menyebabkan tanaman menjadi kerdil. Penyebabnya adalah virus tungro.

3. Virus yang Menyerang Hewan
Banyak penyakit pada hewan yang disebabkan oleh virus. Beberapa jenis virus yang menyerang hewan mengakibatkan kematian. Virus yang menyerang hewan ini dapat juga menyerang manusia. Misalnya, virus rabies yang ditularkan melalui gigitan anjing. Untuk lebih jelasnya, perhatikan uraian berikut.
a. Rabies
Rabies merupakan virus yang menyerang sel saraf menyebabkan hewan takut air dan menyebabkan hewan tersebut menjadi agresif. Virus ini menyerang hewan seperti anjing, kucing, dan monyet. Akan tetapi, virus ini dapat ditularkan kepada manusia melalui gigitan hewan yang terinfeksi virus ini. Hal ini menyebabkan peradangan pada otak sehingga sel saraf terganggu. Rabies disebabkan oleh Rhabdovirus.
b. Penyakit kuku dan mulut
Penyakit kuku dan mulut adalah penyakit yang menyerang ternak dan disebabkan oleh virus. Virus Coxsachie adalah penyebab penyakit ini. Hewan ternak yang terjangkit penyakit ini memiliki ciri, air liur yang banyak, demam dengan suhu badan yang tinggi, dan banyak keluar lendir di hidungnya.

Virus (Pengertian, Sejarah Penemuan, Ciri-ciri, Struktur, Daur Hidup, dan Macam-macamnya)

Penelitian tentang mikoorganisme diawali sejak ditemukannya mikroskop oleh Antony van Leeuwenhoek (1632–1723). Begitu pula dengan penelitian tentang virus. Pada abad XIX dan abad XX penelitian penyakit yang disebabkan oleh virus ditujukan pada materi yang terkandung dalam virus, misalnya substansi yang bersifat racun serta senyawa kimia dan enzim yang menimbulkan kerusakan organisme yang menjadi inangnya.
Virus
 Pengertian Virus
Apakah yang dimaksud dengan virus? Apa pengertian virus? Virus adalah organisme berukuran mikroskopik yang menginfeksi sel organisme biologis. Virus bisa juga didefinisikan sebagai mikroorganisme yang lebih kecil dari bakteri yang tidak dapat tumbuh atau berkembang biak terpisah dari sel hidup. Karena ukurannya yang kecil, virus hanya dapat dilihat dengan menggunakan mikroskop.

Sejarah Singkat Penemuan Virus
Sejarah penemuan virus dimulai tahun 1883 oleh ilmuwan Jerman yang bernama Adolf Meyer. Ia melakukan penelitian pada tanaman tembakau. Pada suatu ketika ia menemukan adanya daun tembakau yang tidak normal. Daun tersebut berwarna hijau kekuning-kuningan, yang ternyata setelah diamati, terdapat cairan atau lendir. Daun yang mengalami hal demikian menderita penyakit mosaik. Penyakit ini disebabkan oleh mikroorganisme yang kita sebut virus. Penyakit mosaik ini menyebabkan pertumbuhan tembakau menjadi terhambat (kerdil) dan daunnya berwarna belang-belang.

Ciri-ciri Virus
Virus mempunyai ciri-ciri yang membedakannya dari mikroorganisme yang lain, yaitu:
1. Tidak memiliki bentuk sel (aseluler).
2. Berukuran antara (20 – 300) milimikron.
3. Hanya memiliki satu macam asam nukleat saja yaitu ADN (asam dioksiribo nukleat) atau ARN (asam ribo nukleat).
4. Berupa hablur atau kristal dengan bentuk yang bervariasi; oval, memanjang, silindris, kotak dan lain-lainnya.
5. Tubuhnya tersusun atas kepala, kulit selubung (kapsid) yang berisi ADN atau ARN saja dan serabut ekor.
6. Merupakan parasit obligat (parasit sejati)

Bentuk dan Struktur Virus
Virus dapat berbentuk oval, batang (memanjang), huruf T, dan dapat juga berbentuk bulat.
Struktur tubuh virus hanya terdiri dari kapsid, kepala, isi, dan ekor. Penjelasannya adalah sebagai berikut.
a. Kapsid merupakan lapisan pembungkus tubuh virus yang berfungsi memberi bentuk tubuh virus dan melindungi virus dari kondisi lingkungan sekitarnya.
b. Kepala virus berisi materi genetik (asam nukleat), yaitu DNA atau RNA.
c. Ekor merupakan bagian tubuh virus yang penting untuk melekatkan diri dengan sel inang serta untuk memasukkan materi genetik virus ke dalam sel inang tersebut.

Cara/Daur Hidup Virus
Virus hanya dapat bereproduksi dalam sel hidup atau jaringan hidup lain. Cara reproduksi virus ada dua macam, yaitu melalui daur litik dan daur lisogenik.

1. Daur Litik
a. Virus menempel pada bakteri.
b. Dinding sel bakteri dilarutkan oleh enzim dari virus. Melalui lubang yang sudah dilarutkan oleh enzim virus tersebut, DNA virus dimasukkan ke dalam bakteri. Tahap ini disebut penetrasi.
c. DNA virus mengambil alih tugas DNA bakteri dan menggunakan metabolik bakteri untuk menghasilkan komponen-komponen virus, seperti kapsid, ekor, serabut ekor, dan kepala. Setiap komponen fage kemudian bersatu dalam proses pematangan. Virus baru yang terbentuk dapat mencapai jumlah 200–1.000 virus.
d. Virus yang baru terbentuk mengeluarkan enzim lisozimnya untuk menghancurkan dinding sel bakteri. Setelah dinding bakteri hancur atau lisis, virus-virus baru dapat keluar dan menyerang sel-sel bakteri lainnya. Akhirnya, bakteri mengalami kematian. Virus yang telah menginfeksi sel lain pun mengulangi siklus litiknya kembali. Siklus litik yang menghasilkan virus-virus baru ini hanya membutuhkan waktu lebih kurang 20 menit untuk setiap siklusnya.

2. Daur Lisogenik
a. Virus hidup pada tempat yang spesifik pada permukaan tubuh sel
bakteri. Setelah melisiskan dinding sel, virus melakukan penetrasi materi
genetik DNA ke dalam tubuh bakteri.
b. DNA kemudian menyisip ke dalam DNA bakteri dan membentuk profage.
c. Jika bakteri membelah diri, profage ikut membelah sehingga anakan sel bakteri pun mengandung profage. Hal ini berlangsung terus-menerus sehingga jumlah bakteri yang mengandung profage menjadi amat banyak. Jika keadaan lingkungan mendukung, virus akan mengalami pematangan sehingga memasuki keadaan litik.
d. Virus-virus baru pun dibentuk dan siap menyerang sel-sel lainnya

Macam-macam Virus
Virus dapat dikelompokkan berdasarkan dalam beberapa macam. Berdasarkan asam nukleatnya, virus dapat dikelompokkan menjadi dua, yaitu virus Ribovirus dan virus Deoksiribovirus. Virus Ribovirus adalah virus yang asam nukleatnya berupa ARN sedangkan virus Deoksiribovirus adalah virus yang asam nukleatnya berupa ADN.

a. Ribovirus, yaitu virus yang asam nukleatnya berupa RNA (Gambar 2.6a).
Contoh virus yang termasuk kelompok ribovirus adalah
1. virus toga (penyebab demam kuning dan ensefalitis);
2. virus arena (penyebab meningitis);
3. virus picorna (penyebab polio);
4. virus orthomyxo (penyebab influenza);
5. virus paramyxo (penyebab pes pada ternak);
6. virus rhabdo (penyebab rabies);
7. virus hepatitis (penyebab hepatitis pada manusia);
8. retrovirus (dapat menyebabkan AIDS).

b. Deoksiribovirus, yaitu virus yang asam nukleatnya berupa DNA
(Gambar 2.6b). Contoh virus jenis deoksiribovirus adalah
1. virus herpes (penyebab herpes);
2. virus pox (penyebab kanker seperti leukemia dan limfoma, ada pula
yang menyebabkan AIDS);
3. virus mozaik (penyebab bercak-bercak pada daun tembakau);
4. virus papova (penyebab kutil pada manusia/papiloma).

2/20/17

Pengertian, Penyebab Terjadinya, dan Ukuran Sosiologi Terhadap Masalah Sosial

Masalah-masalah sosial dalam masyarakat tidak cukup hanya ditangani dengan sanksi sosial. Akan tetapi bisa lebih efektif dengan penanganan melalui lembaga pengadilan. Hal tersebut disebabkan permasalahan yang muncul saat ini sangat kompleks, dan bervariasi. Oleh sebab itu penanganannya pun harus menggunakan teknik-teknik yang tepat. Apakah yang dimaksud dengan masalah sosial?
Masalah Sosial
Pengertian Masalah Sosial
Menurut Soerjono Soekanto masalah sosial adalah permasalahan-permasalahan yang muncul dalam masyarakat, bersifat sosial dan berhubungan erat dengan nilai-nilai sosial dan lembaga-lembaga kemasyarakatan. Jadi pada dasarnya masalah sosial menyangkut nilai-nilai sosial dan moral. Oleh karena itu masalah sosial tidak akan mungkin dibahas tanpa mempertimbangkan ukuran-ukuran masyarakat tentang apa yang dianggap baik dan apa yang dianggap buruk.

Sosiologi selain mempelajari gejala-gejala kemasyarakatan, juga mempelajari masalah-masalah sosial seperti: kejahatan, konflik antarras, kemiskinan, perceraian, pelacuran delinkuensi anak-anak; dan seterusnya. Hanya saja dalam sosiologi hanya sebatas mencari sebab-sebab terjadinya masalah sosiologi dan tidak menekankan pada pemecahan masalah atau jalan keluar dari masalah-masalah.

Masalah sosiologi merupakan hasil proses perkembangan masyarakat, artinya problem itu memang sewajarnya timbul, jika tidak diinginkan adanya hambatanhambatan terhadap penemuan baru atau gagasan baru. Masalah sosial adalah suatu ketidaksesuaian antara unsur-unsur kebudayaan atau masyarakat yang membahayakan kehidupan kelompok sosial, atau menghambat terpenuhinya keinginan-keinginan pokok warga kelompok sosial tersebut. Masalah sosial merupakan akibat dari interaksi sosial antara individu, individu dengan kelompok, atau kelompok dengan kelompok.

Penyebab Terjadinya Masalah Sosial
Masalah sosial timbul dari kekurangan-kekurangan dalam diri manusia atau kelompok sosial yang bersumber pada faktor-faktor berikut.
1. Faktor ekonomis
Contoh masalah sosial dari faktor ekonomi: kemiskinan, pengangguran, dan sebagainya.
2. Faktor biologis
Contoh masalah sosial dari faktor biologis adalah penyakit atau kesehatan tubuh.
3. Faktor biopsikologis
Contoh masalah sosial dari faktor biopsikologis: penyakit saraf, bunuh diri, dan disorganisasi jiwa.
4. Faktor kebudayaan
Contoh masalah sosial dari faktor kebudayaan: perceraian, kejahatan, kenakalan anak-anak, konflik rasial, dan keagamaan.

Ukuran-Ukuran Sosiologi terhadap Masalah Sosial
Menurut Robert K. Merton danRobert A. Nisbet,dalam menentukan bahwa suatu masalah merupakan problema sosial atau tidak, digunakan beberapa pokok persoalan sebagai ukuran, yaitu sebagai berikut ini.

1. Kriteria Utama

Kriteria utama suatu masalah sosial yaitu tidak adanya penyesuaian antara ukuran-ukuran dan nilai-nilai sosial dengan kenyataan-kenyataan serta tindakan-tindakan sosial. Adanya kepincangan-kepincangan antara anggapan-anggapan masyarakat tentang apa yang seharusnya terjadi, dengan apa yang terjadi dalam kenyataan pergaulan hidup.

2. Sumber-Sumber Masalah Sosial

Masalah sosial merupakan persoalanpersoalan yang timbul secara langsung dari atau bersumber langsung pada kondisi-kondisi maupun proses-proses sosial. Jadi sebab-sebab terpenting masalah sosial harus bersifat sosial. Jadi kejadian-kejadian yang tidak bersumber pada perbuatan manusia bukanlah merupakan masalah sosial.

3. Pihak yang Menetapkan Masalah Sosial
Setiap manusia sesuai dengan kedudukan dan perannya dalam masyarakat, mempunyai nilai dan kepentingan-kepentingan yang berbeda. Sikap masyarakat itu sendirilah yang menentukan suatu gejala merupakan suatu problema sosial atau tidak.

4. Manifest Social Problem dan Latent Social Problem
Manifest social problemsmerupakan masalah sosial yang timbul sebagai akibat terjadinya kepincangankepincangan dalam masyarakat, yang dikarenakan tidak sesuainya tindakan dengan norma dan nilai yang ada dalam masyarakat.

Latent social problemsjuga menyangkut hal-hal yang berlawanan dengan nilai-nilai masyarakat, akan tetapi tidak diakui demikian.

5. Perhatian Masyarakat dan Masalah Sosial
Sosiologi mendorong masyarakat untuk memperbaiki kepincangan-kepincangan yang diterima sebagai gejala abnormal yang mungkin dihilangkan atau dibatasi.

Lembaga Pengendalian Sosial, Jenis-jenis dan Fungsinya

Keteraturan sosial tidak dapat terjadi dengan sendirinya. Sebaliknya, keteraturan sosial  perlu diusahakan dengan memaksimalkan peranan lembaga (pranata) sosial yang ada di tengah-tengah masyarakat. Lembaga (pranata) sosial memiliki peran yang sangat penting  dalam pelaksanaan pengendalian, yakni terhadap perilaku-perilaku yang menyimpang. Lembaga (pranata) sosial pada dasarnya dapat bersifat institusional dan noninstitusional. Lembaga (pranata) sosial yang bersifat institusional dapat melaksanakan peran pengendalian sosial secara formal, seperti kepolisian, lembaga pemasyarakatan, pengadilan, dan lain sebagainya. Sedangkan lembaga (pranata) sosial yang bersifat noninstitusional dapat melaksanakan peran-peran pengendalian sosial secara informal, seperti yang terjadi pada keluarga, teman sejawat, agama, adat istiadat, dan lain sebagainya.
Lembaga Pengendalian Sosial
Macam-macam Lembaga Pengendalian Sosial
Terdapat beberapa lembaga pengendalian sosial yang akan menegakkan aturan dalam masyarakat. Dalam setiap lembaga terdapat petugas yang diberi kewenangan untuk mengawasi dan mengendalikan orang atau kelompok yang menyimpang dari aturan, serta menyadarkannya agar bertindak sesuai dengan norma sosial. Diantara lembaga pengendalian sosial tersebut adalah sebagai berikut.

1. Polisi
Polisi merupakan lembaga pengendalian sosial yang bertugas menjaga keamanan dan ketertibanmasyarakat. Polisi adalah aparat penegak hukum yang bertugas menegakkan kaidah-kaidah/norma sosial. Sebagai penegak hukum polisi juga bertugas melakukan penyidikan berbagai macam kasus penyimpangan sosial khususnya kejahatan dan laporan tentang gangguan ketertiban masyarakat.

2. Pengadilan
Pengadilan adalah lembaga pengendalian sosial resmi yang dibentuk pemerintah untuk menangani pelanggaran-pelanggaran norma/kaidah yang ada di masyarakat. Dalam pengadilan terdapat perangkat yang bertugas menjalankan pengadilan antara lain, hakim, jaksa, panitera, dan pengacara.

3. Sekolah
Sekolah juga termasuk lembaga pengendalian sosial. Guru berkewajiban mendidik dan mengajar para siswa. Mendidik lebih intensif daripada mengajar. Ketika mendidik para siswa, guru akan menanamkan nilai dan norma sosial yang akan membangun kepribadian para siswa. Hal ini mesti dilakukan agar para siswa bisa menjadi individu beradab.

4. Keluarga
Keluarga dapat berperan sebagai lembaga pengendalian sosial bagi anak-anak. Peranan keluarga dalam pengendalian sosial sangat besar, sebab lingkungan keluarga merupakan tempat pertama dan utama bagi anakanak untuk belajar hidup sosial, termasuk mengenal nilai dan norma yang berlaku dalam masyarakat.

5. Pengadilan Adat
Pengadilan adat yaitu suatu lembaga pengendalian sosial yang terdapat pada masyarakat yang masih kuat memegang adat-istiadat. Lembaga adat bertugas untuk mengawasi atau mengendalikan warga yang melanggar norma adat. Hukuman bagi para pelanggar norma adat dapat berupa denda atau diusir dari lingkungan masyarakat adat yang bersangkutan.

6. Tokoh Masyarakat
Tokoh masyarakat adalah para pemimpin masyarakat, baik formal maupun informal. Mereka ditokohkan karena memiliki pengaruh atau wibawa atau kharisma di hadapan masyarakatnya. Para tokoh masyarakat dapat melakukan peranan sebagai lembaga pengendalian sosial terhadap warga masyarakatnya. Misalnya dengan cara mendidik, menasihati, membimbing, membina, menegur, dan sebagainya, agar warga masyarakatnya mematuhi nilai-nilai dan norma yang berlaku.

7. Media Massa
Media massa efektif juga untuk mengendalikan kehidupan sosial masyarakat. Apalagi media massa memiliki cakupan luas, sehingga dapat
mengontrol perilaku para pemimpin dan warga masyarakat. Media massa dapat pula membentuk opini publik sehingga memengaruhi sikap dan pendapat warga masyarakat tentang sesuatu hal.

8. Mahasiswa
Mahasiswa sering disebut sebagai pelaku pengendalian sosial. Demonstrasi mahasiswa untuk menuntut para pemimpin dan pejabat pemerintah yang melanggar norma-norma hukum sehingga merugikan rakyat dan negara adalah salah satu contoh pengendalian sosial.

Fungsi dan Tujuan Utama Lembaga Pengendalian Sosial
Lembaga pengendalian sosial berfungsi untuk mewujudkan dan menjaga keseimbangan antara perubahan dan stabilitas masyarakat. Adapun tujuan lembaga pengendalian sosial adalah terwujudnya kedamaian dan ketertiban dalam sebuah kelompok atau masyarakat.

Pengendalian Sosial (Pengertian, Ciri-ciri, Sifat-sifat, Jenis-jenis, Cara-cara, dan Tujuan)

Peraturan merupakan ketentuan yang berlaku di masyarakat yang berisi hal-hal mengenai hak dan kewajiban setiap anggota. Peraturan biasanya dilengkapi sanksi sebagai kekuatan untuk memaksa. Sayangnya, sebagian orang bersikap apriori terhadap peraturan setelah melihat banyak anggota masyarakat yang melanggarnya, secara sengaja atau tidak. Bukan alasan kuantitatif yang mendasari sikap apriori ini, tetapi karena orang tersebut tidak yakin pada mekanisme penegakan peraturan. Padahal, menindak pelanggar peraturan merupakan wujud pengendalian sosial. Apakahyang dimaksud dengan pengendalian sosial itu?
Pengendalian Sosial
Pengertian Pengendalian Sosial
Secara umum dapat disimpulkan bahwa pengendalian sosial adalah cara dan proses pengawasan yang direncanakan atau tidak direncanakan guna mengajak, mendidik, serta memaksa warga masyarakat untuk berperilaku sesuai dengan norma sosial.

Pengertian Pengendalian Sosial Menurut Para Ahli
1. Peter L. Berger
Menurut Peter L. Berger (1978) pengendalian sosial adalah  berbagai cara yang digunakan masyarakat untuk menertibkan anggotanya yang membangkang.

2. Joseph S. Roucek
Joseph S. Roucek seperti yang dikutip oleh Soerjono Soekanto (1989), mengemukakan bahwa pengendalian sosial adalah proses baik terencana maupun tidak yang bersifat mendidik, mengajak, bahkan memaksa semua warga masyarakat agar mematuhi kaidah sosial yang berlaku.

3. Horton
Pengendalian sosial menurut Horton adalah segenap cara dan proses yang ditempuh oleh sekelompok orang atau masyarakat, sehingga para anggotanya dapat bertindak sesuai harapan kelompok atau masyarakat.

4. Soetandyo Wignyo Subroto
Pengendalian sosial adalah sanksi, yaitu suatu bentuk penderitaan yang secara sengaja diberikan oleh masyarakat.

Ciri-Ciri Pengendalian Sosial
Dari definisi tersebut di atas dapat disimpulkan bahwa ciri-ciri pengendalian sosial adalah sebagai berikut.
a. Suatu cara/metode atau teknik untuk menertibkan masyarakat/individu.
b. Dapat dilakukan oleh individu terhadap individu, kelompok terhadap kelompok atau kelompok terhadap individu.
c. Bertujuan mencapai keserasian antara stabilitas dengan perubahan-perubahan yang terus terjadi dalam masyarakat.
d. Dilakukan secara timbal balik meskipun terkadang tidak disadari oleh kedua belah pihak.

Jika semua individu maupun masyarakat berperilaku sesuai dengan norma di masyarakat, berarti pengendalian sosial sudah dilaksanakan secara efektif.

Sifat-Sifat Pengendalian Sosial
Sifat-sifat pengendalian sosial dapat dibedakan menjadi berikut.

1. Preventif
Pengendalian sosial bersifat preventif adalah pengen-dalin sosial yang dilakukan sebelum terjadi penyimpangan terhadap nilai dan norma sosial yang berlaku di masyarakat. Dengan kata lain tindakan preventif merupakan tindakan pencegahan.
Contoh:
a. Seorang ibu melarang anak lelakinya merokok karena
merokok dapat merusak kesehatan.
b. Polisi menegur pemakai jalan raya yang melanggar
rambu-rambu lalu lintas.

2. Kuratif
Pengendalian sosial bersifat kuratif adalah pengendalian sosial yang dilakukan pada saat terjadi penyimpangan sosial.
Contoh:
Seorang guru menegur dan menasihati siswanya karena ketahuan menyontek pada saat ulangan.

3. Represif
Pengendalian sosial bersifat represif adalah pengendalian sosial yang bertujuan mengembalikan keserasian yang pernah terganggu karena terjadinya suatu pelanggaran. Pengendalian ini dilakukan setelah seseorang melakukan penyimpangan.
Contoh:
Seorang guru memberi tambahan pekerjaan rumah dua kali lipat saat mengetahui siswanya tidak mengerjakan pekerjaan rumah yang ditugaskan padanya.

Jenis-Jenis Pengendalian Sosial
Dalam pergaulan sehari-hari kita akan menjumpai berbagai jenis pengendalian sosial yang digunakan untuk mencegah atau mengatasi perilaku menyimpang. Jenis pengendalian tersebut antara lain berikut ini.

1. Gosip atau desas-desus

Gosip atau desas-desus adalah bentuk pengendalian sosial atau kritik sosial yang dilontarkan secara tertutup oleh masyarakat.
Contoh:
Apabila ada seseorang siswa SMA diketahui temannya terlibat penyalahgunaan obat terlarang dan minum-minuman keras. Siswa tersebut akan menjadi bahan pembicaraan/gosip teman-teman sekolahnya yang kemudian berkembang menjadi bahan pembicaraan guru, orang tua, dan masyarakat sekitar.

2. Teguran
Teguran adalah kritik sosial yang dilontarkan secara terbuka oleh masyarakat terhadap warga masyarakat yang berperilaku menyimpang.
Contoh:
- Teguran guru secara lisan kepada siswa yang melanggar peraturan sekolah
- Teguran tertulis melalui surat dari kepala sekolah terhadap guru yang melanggar peraturan

3. Pendidikan
Pendidikan juga berperan sebagai alat pengendalian sosial, karena pendidikan dapat membina dan mengarahkan warga masyarakat (terutama anak sekolah) kepada pembentukan sikap dan tindakan yang bertanggung jawab terhadap dirinya sendiri, masyarakat, bangsa, dan negaranya.

4. Agama
Sama halnya dengan pendidikan, agama pun dapat berperan sebagai alat pengendalian sosial. Agama dapat memengaruhi sikap dan perilaku para pemeluknya dalam pergaulan hidup bermasyarakat. Agama pada dasarnya berisikan perintah, larangan, dan anjuran kepada pemeluk dalam menjalani hidup sebagai makhluk pribadi, makhluk Tuhan, dan sekaligus sebagai makhluk sosial. Norma-norma agama berfungsi untuk membimbing dan mengarahkan para pemeluk agama dalam bersikap dan bertindak di masyarakat.

5. Hukuman (Punishment)
Dengan adanya sanksi hukuman yang keras, diharapkan bisa membuat jera bagi para pelanggar, sehingga tidak berani mengulanginya lagi. Tidak hanya si pelaku, tetapi juga berpengaruh besar terhadap warga masyarakat lainnya.

Cara-Cara Pengendalian Sosial
Ada beberapa macam cara pengendalian sosial agar individu dan masyarakat berperilaku sesuai dengan apa yang diharapkan. Cara pengendalian tersebut antara lain sebagai berikut.

1. Cara persuasif
Cara persuasif dalam pengendalian sosial dilakukan dengan menekankan pada usaha mengajak dan membimbing anggota masyarakat agar bertindak sesuai dengan cara persuasif. Pengendalian sosial dengan cara persuasif biasanya diterapkan pada masyarakat yang relatif tenteram, norma dan nilai sosial sudah melembaga atau menyatu dalam diri para warga masyarakatnya. Selain itu cara persuasif juga menekankan pada segi nilai pengetahuan (kognitif) dan nilai sikap (afektif).

Contoh cara persuasif:
Seorang guru membimbing dan membina siswanya yang kedapatan menyontek pada saat ulangan. Guru memberikan pengertian bahwa menyontek itu menunjukkan sikap tidak percaya diri dan kelak di kemudian hari menjadikan ia seorang yang bodoh dan tidak jujur.

2. Cara koersif
Cara koersif dalam pengendalian sosial dilakukan dengan kekerasan atau paksaan. Biasanya cara koersif dilakukan dengan menggunakan kekuatan fisik. Cara koersif dilakukan sebagai upaya terakhir apabila cara pengendalian persuasif tidak berhasil. Selain itu cara koersif akan membawa dampak negatif secara langsung maupun tidak langsung, karena menyelesaikan masalah dengan kekerasan akan menimbulkan banyak kekerasan pula.

Pengendalian sosial dengan cara koersif dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu sebagai berikut.
a. Kompulsif (compulsion)
Yaitu kondisi/situasi yang sengaja diciptakan sehingga seseorang terpaksa taat atau patuh pada norma-norma.
Contoh:
Untuk membuat jera para pencopet, apabila tertangkap basah langsung dikeroyok dan dihakimi massa.

b. Pervasi (pengisian)
Yaitu penanaman norma secara berulang-ulang dengan harapan bahwa norma tersebut masuk ke dalam kesadaran seseorang, sehingga orang tersebut akan mengubah sikapnya sesuai yang diinginkan.
Contoh:
Bimbingan orang tua terhadap anak-anaknya secara terus-menerus.


Tujuan Pengendalian Sosial
Tujuan Pengendalian Sosial Pengendalian sosial dilakukan dengan tujuan sebagai berikut.

1. Menjaga ketertiban sosial.
Apabila nilai-nilai dan norma-norma sosial dijalankan semua masyarakat, maka ketertiban sosial dalam masyarakat dapat terpelihara. Salah satu cara menanamkan nilai dan norma sosial adalah melalui lembaga pendidikan dan pendidikan keluarga. Melalui lembaga tersebut anak diarahkan untuk meyakini nilai dan norma sosial yang baik.

2. Mencegah terjadinya penyimpangan terhadap nilai-nilai dan norma-norma sosial di masyarakat.
Dengan adanya pengendalian sosial seseorang atau masyarakat mulai berfikir jika akan berperilaku menyimpang.

3. Mengembangkan budaya malu.
Pada dasarnya setiap individu memiliki “rasa malu“, karena rasa malu berhubungan dengan harga diri seseorang. Harga diri seseorang akan turun jika seseorang melakukan kesalahan yang melanggar norma-norma sosial di dalam masyarakat. Jika seseorang melakukan kesalahan maka masyarakat akan mencela. Celaan tersebut menyadarkan seseorang untuk tidak mengulangi pelanggaran terhadap norma. Jika setiap perbuatan melanggar norma dicela maka “budaya malu“ akan timbul dalam diri seseorang.

4. Menciptakan dan menegakkan sistem hukum.
Sistem hukum merupakan aturan yang disusun secara resmi dan disertai sanksi tegas yang harus diterima oleh seseorang yang melakukan penyimpangan.

2/19/17

Perilaku Menyimpang (Pengertian, Ciri, Bentuk, Faktor Penyebab, dan Jenisnya)

Dalam proses sosialisasi di masyarakat, seseorang disadari atau tidak disadari pasti pernah melakukan tindakan dan perilaku menyimpang, baik dalam skala besar ataupun kecil. Perilaku menyimpang dapat terjadi di mana saja, antara lain pada masyarakat tradisional, desa, kota, maupun pada masyarakat modern yang kehidupannya sudah modern.

Perilaku menyimpang merupakan hasil proses sosialisasi yang tidak sempurna, serta ketidakmampuan seseorang menerapkan nilai dan norma sesuai dengan tuntutan masyarakat. Kedua hal tersebut sangat berpengaruh terhadap pembentukan kepribadian seseorang, sehingga menghasilkan perilaku yang menyimpang.
Perilaku Menyimpang
Pengertian Perilaku Menyimpang
Perilaku menyimpang merupakan semua tindakan yang menyimpang dari norma-norma yang berlaku dalam sistem sosial dan menimbulkan usaha dari mereka yang berwenang dalam sistem itu untuk memperbaiki perilaku yang menyimpang.

Pengertian Perilaku Menyimpang Menurut Para Ahli
Berikut ini adalah pengertian perilaku menyimpang menurut apa yang diungkapkan oleh para ahli.

1. James W. Van der Zaden
Penyimpangan sosial adalah perilaku yang oleh sejumlah besar orang dianggap sebagai hal yang tercela dan di luar batas toleransi.

2. Robert M. Z. Lawang
Penyimpangan sosial adalah semua tindakan yang menyimpang dari norma-norma yang berlaku dalam masyarakat dan menimbulkan usaha dari yang berwenang dalam sistem itu untuk memperbaiki perilaku menyimpang tersebut.

3 Paul B. Horton
Pengertian penyimpangan sosial menurut Horton adalah setiap perilaku yang dinyatakan sebagai pelanggaran terhadap norma-norma kelompok atau masyarakat.

4. Becker
Perilaku menyimpang bukanlah kualitas yang dilakukan  orang, melainkan konsekuensi dari adanya suatu peraturan dan penerapan sangsi yang dilakukan oleh orang lain terhadap pelaku tindakan tersebut.

Ciri-Ciri Perilaku Menyimpang
Banyak ahli telah meneliti tentang ciri-ciri perilaku menyimpang di
masyarakat. Menurut Paul B. Horton dan Chester L. Hunt (1996), ciri-ciri yang bisa diketahui dari perilaku menyimpang tersebut adalah sebagai beikut.

1. Penyimpangan Harus Dapat Didefinisikan
Perilaku menyimpang bukanlah semata-mata ciri tindakan yang dilakukan orang, melainkan akibat dari adanya peraturan dan penerapan sanksi yang dilakukan oleh orang lain terhadap perilaku tersebut.

2. Penyimpangan Bisa Diterima Bisa Juga Ditolak
Perilaku menyimpang tidak selalu merupakan hal negatif. Ada beberapa penyimpangan yang diterima bahkan dipuji dan dihormati, seperti orang jenius yang mengemukakan pendapat baru yang kadang-kadang bertentangan dengan pendapat umum..

3. Penyimpangan Relatif dan Penyimpangan Mutlak
Umumnya pada masyarakat modern, tidak ada seorang pun yang masuk kategori sepenuhnya penurut (konformis) ataupun sepenuhnya penyimpang.
Secara umum, penyimpangan yang dilakukan tiap orang cenderung relatif. Bahkan orang yang tadinya penyimpang mutlak lambat laun harus berkompromi dengan lingkungannya dan akhirnya tidak menyimpang.

4. Penyimpangan Terhadap Budaya Nyata Ataukah Budaya Ideal
Budaya ideal di sini adalah segenap peraturan hukum yang berlaku dalam suatu kelompok masyarakat, tetapi dalam kenyataannya tidak ada seorang pun yang patuh terhadap segenap peraturan hukum yang berlaku. Akibatnya antara budaya nyata dengan budaya ideal selalu terjadi kesenjangan.

5. Terdapat Norma-norma Penghindaran Dalam Penyimpangan
Pada suatu masyarakat terdapat nilai atau norma yang melarang suatu perbuatan yang ingin sekali diperbuat oleh banyak orang maka akan muncul "norma-norma penghindaran". Norma penghindaranadalah pola perbuatan yang dilakukan orang untuk memenuhi keinginan mereka, tanpa harus menentang nilai-nilai tata kelakuan secara terbuka.

6. Penyimpangan Sosial Bersifat Adaptif (Menyesuaikan)
Penyimpangan sosial tidak selalu menjadi ancaman karena kadangkadang dapat dianggap sebagai alat pemelihara stabilitas sosial. Di satu pihak, masyarakat memerlukan keteraturan dan kepastian dalam kehidupan. Kita harus mengetahui, sampai batas tertentu, perilaku apa yang kita harapkan dari orang lain, anggotanya. Di lain pihak, perilaku menyimpang merupakan salah satu cara untuk menyesuaikan kebudayaan dengan perubahan sosial.

Macam-macam Perilaku Menyimpang

Perkembangan zaman yang semakin maju, mampu memicu pertumbuhan perilaku menyimpang dalam masyarakat. Hal inilah yang menjadikan perilaku menyimpang membudaya di masyarakat. Macam-macam perilaku menyimpang tersebut antara lain sebagai berikut.
1. Alkoholisme/Minuman keras (miras)
2. Penyalahgunaan narkotika
3. Perjudian
4. Tindakan kriminal atau tindakan kejahatan
5. Penyimpangan seks
6. Tawuran Pelajar

Faktor-faktor Penyebab Perilaku Menyimpang
Menurut Wilnes dalam bukunya “Punishment and Reformation“ sebab-sebab penyimpangan/kejahatan dibagi menjadi dua, yaitu:
1. Perilaku menyimpang karena faktor subjektif
Faktor subjektif adalah faktor yang berasal dari seseorang itu sendiri (sifat pembawaan yang dibawa sejak lahir). Misalnya:
- Ingin dipuji
- Gangguan jiwa/mental
2. Perilaku menyimpang karena faktor objektif
Faktor objektif adalah faktor yang berasal dari luar (lingkungan). Misalnya
- Ketidakmampuan menyerap norma-norma kebudayaan
- Proses belajar yang menyimpang
- Ketegangan antara kebudayaan dan struktur sosial
- Ikatan sosial yang berlainan
- Akibat proses sosialisasi nilai-nilai subkebudayaan yang menyimpang

Jenis-jenis Perilaku Menyimpang
Banyaknya perilaku menyimpang dalam masyarakat mendorong para ahli mengklasifikasikan bentuk-bentuk perilaku menyimpang tersebut. Akhirnya, didapat tiga bentuk pembedaan perilaku menyimpang yaitu apabila dilihat dari tujuannya, ditinjau dari sifatnya, dan dikaji dari jumlah pelakunya.

1. Jenis Perilaku Menyimpang Berdasarkan Tujuannya

Derdasarkan tujuannya, perilaku menyimpang dibedakan menjadi dua bentuk, yaitu penyimpangan sosial positif dan penyimpangan sosial negatif.
a. Penyimpangangan Positif
Penyimpangan bersifat positif adalah penyimpangan yang mempunyai dampak positif terhadap sistem sosial karena mengandung unsur-unsur inovatif, kreatif, dan memperkaya wawasan seseorang.
b. Penyimpangan Negatif
Penyimpangan bersifat negatif adalah penyimpangan yang bertindak ke arah nilai-nilai sosial yang dianggap rendah dan selalu mengakibatkan hal yang buruk.

2. Jenis Perilaku Menyimpang Berdasarkan Sifatnya

Berdasarkan sifatnya, perilaku menyimpang ada dua jenis, yaitu penyimpangan primer dan sekunder.
a. Penyimpangan Primer
Penyimpang primer adalah perbuatan menyimpang yang dilakukan oleh seseorang yang dalam aspek kehidupan lainnya masih mentaati
nilai dan norma (konformis).
b. Penyimpangan Sekunder
Penyimpangan sekunder adalah suatu perbuatan yang oleh masyarakat diidentifikasikan sebagai perbuatan menyimpang. Orang yang melakukan perbuatan menyimpang ini disebut sebagai penyimpang. Masyarakat tidak memberikan toleransi terhadap si penyimpang dan akan menying-kirkan  si penyimpang dari kelompok  yang taat pada nilai dan norma (konformis).

3. Jenis Perilaku Menyimpang Berdasarkan Jumlah Pelakunya

a. Penyimpangan Individual (Individual Deviation)
Penyimpangan individual merupakan penyimpangan yang dilakukan hanya oleh satu orang.
b. Penyimpangan Kolektif (Group Deviation)
Penyimpangan kolektif yaitu penyimpangan yang dilakukan oleh sekelompok warga masyarakat secara bersama-sama.

Teori-Teori Perilaku Menyimpang
Teori-teori yang menjelaskan tentang perilaku menyimpang, antara lain sebagai berikut.
1. Teori fungsi oleh Durkheim
Menurut teori fungsi, bahwa keseragaman dalam kesadaran moral semua warga masyarakat tidak mungkin ada, karena setiap individu berbeda dengan yang lain. Oleh karena itu, orang yang berwatak jahat akan selalu ada di lapisan masyarakat manapun. Bahkan menurut Durkheim kejahatan perlu bagi masyarakat, sebab dengan adanya kejahatan maka moralitas dan hukum akan berkembang secara normal. Dengan demikian perilaku menyimpang memiliki fungsi yang positif.

2. Teori merton oleh K. Merton
Menurut teori merton, bahwa struktur sosial bukan hanya menghasilkan perilaku yang konformis (sesuai dengan norma) melainkan juga menghasilkan perilaku yang menyimpang. Struktur sosial dapat menghasilkan pelanggaran terhadap aturan sosial dan juga menghasilkan anomie yaitu pudarnya kaidah.

3. Teori labelling oleh Edwin M. Lement
Menurut teori labelling, bahwa seseorang menjadi menyimpang karena proses labellingyang diberikan masyarakat kepada dirinya. Labellingadalah pemberian nama atau konotasi buruk, misalnya si pemabuk, si pembolos, si perokok, sehingga meskipun ia tidak lagi melakukan penyimpangan tetap diberi gelar sebutan pelaku menyimpang. Dari hal tersebut ia akan tetap melakukan penyimpangan karena terlanjur dicap oleh masyarakat.

4. Teori konflik oleh Karl Marx
Menurut teori konflik, bahwa kejahatan terkait erat dengan perkembangan kapitalisme. Perilaku menyimpang diciptakan oleh kelompok-kelompok berkuasa dalam masyarakat untuk melindungi kepentingan sendiri. Hukum merupakan cerminan kepentingan kelas yang berkuasa dan sistem peradilan pidana mencerminkan kepentingan mereka. Orang miskin yang melakukan pelanggaran dihukum sedangkan pengusaha besar yang melakukan pelanggaran tidak dibawa ke pengadilan. Demikian menurut pendapat Karl Marx.

Pengertian Kebudayaan dan Pengaruhnya Terhadap Pembentukan Kepribadian

Koentjaraningrat menyebutkan bahwa kata kebudayaan berasal dari kata Sanskerta buddhayah yang merupakan bentuk jamak dari kata buddhi yang berarti budi atau akal. Jadi, dapat dikatakan kebudayaan bisa diartikan sebagai hal-hal yang bersangkutan dengan akal. Koentjaraningrat menyatakan kepribadian adalah watak khas seseorang yang tampak dari luar sehingga orang luar memberikan kepadanya suatu identitas khusus. Identitas khusus tersebut diterima dari warga masyarakatnya. Jadi, terbentuknya kepribadian dipengaruhi oleh kebudayaan. Kepribadian suatu individu dipengaruhi oleh nilai-nilai dan norma-norma dalam sistem budaya dan juga sistem sosial yang telah diserap ke dalam dirinya melalui proses sosialisasi dan proses pembudayaan selama hidup sejak masa kecilnya.
Pengertian Kebudayaan dan Pengaruhnya Terhadap Pembentukan Kepribadian
 Apakah yang dimaksud dengan kebudayaan? Apa pengertian kebudayaan? Apa saja unsur-unsur kebudayaan? Mari kita pelajari satu persatu.

Pengertian Kebudayaan
Kepribadian adalah beberapa ciri watak yang diperlihatkan seseorang secara lahir, konsisten, dan konsekuen dalam tingkah lakunya sehingga individu itu memiliki identitas khusus yang berbeda dari orang lain.

Pengertian kebudayaan secara singkat terdapat pada pendapat Selo Soemardjan dan Soelaeman Soemardi (1964). Menurut mereka, kebudayaan adalah semua hasil karya, rasa, dan cipta masyarakat.

Pengertia Kebudayaan Menurut Para Ahli
Bebrapa ahli mengemukakan pendapat mereka tentang apa yang dimaksud dengan kebudayaa. Berikut ini adalah pengertian kebudayaan menurut para ahli.

1. E.B. Taylor
Suatu keseluruhan kompleks yang meliputi pengetahuan, kepercayaan, seni, kesusilaan, hukum, adat istiadat, serta kesanggupan dan kebiasaan lainnya yang dipelajari oleh manusia sebagai anggota masyarakat.

2. Kluckhohn dan Kelly
Semua rancangan hidup yang tercipta secara historis, baik yang eksplisit maupun implisit, rasional, irasional, yang ada pada suatu waktu sebagai pedoman yang potensial untuk perilaku manusia.

3. Kroeber
Keseluruhan realita gerak, kebiasaan, tata cara, gagasan, dan nilai-nilai yang dipelajari dan diwariskan, dan perilaku yang ditimbulkannya.

4. Herskovits
Bagian dari lingkungan hidup yang diciptakan oleh manusia.

5. Selo Soemardjan dan Soeleman Soemardi
Semua hasil karya, rasa, dan cipta masyarakat.

6. Koentjaraningrat
Keseluruhan sistem gagasan, tindakan, dan hasil karya manusia dalam rangka kehidupan masyarakat yang dijadikan milik diri manusia dengan belajar.

Wujud Kebudayaan
J.J. Hoenigman membedakan kebudayaan menjadi 3 wujud. Tiga wujud kebudayaan tersebut adalah sebagai berikut.
1. Gagasan
Wujud ideal kebudayaan yang berupa kumpulan ide-ide, gagasan, nilai-nilai, norma-norma, peraturan, dan sebagainya. Sifatnya abstrak, tidak dapat diraba, dan tidak dapat disentuh. Wujud kebudayaan ini terletak di alam pikiran warga masyarakat tersebut. Jika masyarakat tersebut menyatakan gagasan mereka itu dalam bentuk tulisan maka lokasi dari kebudayaan ideal itu berada dalam karangan dan bukubuku hasil karya para penulis. Zaman sekarang kebudayaan ideal banyak juga yang tersimpan di dalam arsip, disket, compact disc, microfilm, pita komputer, dan lain-lain.

2. Aktivitas
Wujud kebudayaan sebagai suatu aktivitas serta tindakan berpola dari manusia di masyarakat itu. Wujud ini sering pula disebut dengan sistem sosial. Sistem sosial ini terdiri atas aktivitas-aktivitas manusia yang saling berinteraksi, mengadakan kontak, serta bergaul dengan manusia lainnya.

3. Artefak
Wujud kebudayaan fisik yang paling konkret berupa hasil dari aktivitas, perbuatan, dan karya manusia di masyarakat berupa bendabenda atau hal-hal yang dapat diraba, dilihat, dan didokumentasikan. Koentjaraningratdengan mengacu pada pendapat Kluckhohn menggolongkan unsur-unsur pokok yang ada pada tiap kebudayaan dunia sebagai berikut.
a. Bahasa
b. Sistem pengetahuan
c. Organisasi sosial
d. Sistem peralatan hidup dan teknologi
e. Sistem mata pencaharian hidup
f. Sistem religi
g. Kesenian

Unsur-Unsur Kebudayaan
C. Kluckhohn seperti dikutip oleh Koentjaraningrat (1985) menyebutnya dengan istilah cultural universals. Tujuh unsur kebudayaan yang dianggap sebagai cultural universals, yaitu:
1. Peralatan dan perlengkapan hidup manusia (pakaian, perumahan, alat-alat rumah tangga, senjata, alat-alat produksi, transportasi, dan sebagainya).
2. Mata pencaharian hidup dan sistem-sistem ekonomi (pertanian, peternakan, sistem produksi, sistem distribusi, dan sebagainya).
3. Sistem kemasyarakatan (sistem kekerabatan, organisasi politik, sistem hukum, sistem perkawinan).
4. Bahasa (lisan maupun tertulis).
5. Kesenian.
6. Sistem pengetahuan.
7. Religi (sistem kepercayaan)

Komponen Kebudayaan
Berdasarkan wujudnya kebudayaan dapat digolongkan atas dua komponen sebagai berikut.
a. Kebudayaan Material
Kebudayaan material adalah semua ciptaan masyarakat yang nyata dan konkret. Termasuk dalam kebudayaan material ini adalah temuan-temuan yang dihasilkan dari suatu penggalian arkeologi, seperti mangkuk tanah liat, perhiasan, senjata, dan lain-lain Kebudayaan material juga mencakup barang-barang, seperti televisi, pesawat terbang, stadion olahraga, pakaian, dan gedung.
b. Kebudayaan Nonmaterial
Kebudayaan nonmaterial adalah ciptaan-ciptaan abstrak yang diwariskan dari generasi ke generasi. Inilah denyut nadi kehidupan sosial

Kebudayaan dan Pengaruhnya Terhadap Kepribadian
Kebudayaan merupakan karakter suatu masyarakat dan bukan karakter individual. Semua yang dipelajari dalam kehidupan sosial dan diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya merupakan kebudayaan.

Kebudayaan tidak bisa lepas dari kepribadian individu melalui suatu proses belajar yang panjang.

Dalam proses belajar yang disebut sosialisasi itu, kepribadian individu pasti juga mempunyai pengaruh terhadap perkembangan kebudayaan itu secara keseluruhan. Gagasan-gagasan, tingkah laku, atau tindakan manusia itu ditata, dikendalikan, dan dimantapkan pola-polanya oleh berbagai sistem nilai dan norma di masyarakatnya.

Sebaliknya, kebudayaan di masyarakat turut memberikan sumbangan pada pembentukan kepribadian seseorang. Kepribadian suatu individu masyarakat, walaupun berbeda-beda distimulasi dan dipengaruhi oleh nilai-nilai dan norma-norma dalam sistem budaya dan juga oleh sistem sosial yang telah diinternalisasinya melalui proses sosialisasi dan proses pembudayaan selama hidup sejak masa kecilnya sampai tua.

Kepribadian ada yang selaras dan ada yang tidak selaras dengan lingkungan alam serta sosial. Pembentukan watak banyak dipengaruhi oleh pengalamannya ketika sebagai anak-anak yang berada dalam asuhan orang-orang terdekat di lingkungannya, yaitu ayahnya, ibunya, kakaknya, dan individu lainnya yang berada di sekelilingnya.

Suatu kebudayaan sering memancarkan suatu watak khas tertentu yang tampak dari luar. Watak inilah yang terlihat oleh orang asing. Watak khas itu sering tampak pada gaya tingkah laku masyarakatnya, kegemarankegemaran mereka, dan berbagai benda budaya hasil karya mereka.

2/17/17

Macam-macam Media Sosialisasi

Agar sosialisasi berjalan teratur dan intensif, masyarakat mempunyai lembaga-lembaga sosial, antara lain keluarga, pendidikan, kebudayaan, politik, dan keolahragaan. Di samping lembaga tersebut setiap warga masyarakat dan setiap kelompok dalam kehidupan sehari-hari sengaja atau tidak saling memengaruhi. Dengan adanya tindakan saling memengaruhi tersebut diharapkan dapat membuat orang lain berkembang menjadi diri sendiri. Kelompok merupakan media sosialisasi dalam membentuk kepribadian seseorang.
Macam-macam Media Sosialisasi
 Macam-macam Media Sosialisasi
Ada berbagai jenis media sosialisasi yang bertindak sebagai agen sosialisasi, yakni pihak-pihak yang melaksanakan sosialisasi, antara lain sebagai berikut.

1. Keluarga(kinship)
2. Teman Sepermainan
3. Sekolah
4. Lingkungan Kerja
5. Media Massa
6. Warisan Biologis
7. Rekreasi
8. Peristiwa Unik


Penjelasan Macam-macam Media Sosialisasi
Berikut ini uraian tentang macam-macam sosialisasi
1. Keluarga
Keluarga sebagai agen sosialisasi, merupakan kelompok sosial terkecil dalam masyarakat. Keluarga Inti (nuclear family) yang terdiri atas ayah, ibu, dan anak-anak serta orang lain yang ada dalam keluarga tersebut ikut menjadi media sosialisasi bagi anak. Pada masyarakat yang mengenal sistem keluarga luas (extended family) agen sosialisasi berjumlah lebih banyak, antara lain paman, bibi, kakek, nenek, dan sebagainya, di samping kedua orang tuanya.

2. Teman Sepermainan
Teman sepermainan merupakan sosialisasi dalam keluarga. Dalam kelompok bermain mulai mempelajari aturan dan peran yang berlaku bagi orang-orang yang berkedudukan sama (sederajat). Dalam kelompok bermain anak mulai mengenal dan mempelajari nilai-nilai keadilan. Dalam tahap ini pikiran anak masih bersifat egosentris, belum dapat menilai pendirian orang lain pada umumnya tujuan kegiatan kelompok bermain yang bersifat rekreatif.

3. Sekolah
Pada masyarakat tradisional yang masih sangat sederhana (primitif ) keluarga merupakan lembaga paling dominan dalam proses sosialisasi. Tetapi pada masyarakat modern fungsi menyosialisasikan anak diganti oleh lembaga formal yang disebut sekolah.

4. Lingkungan Kerja
Lingkungan kerja juga mempunyai pengaruh yang besar dalam pembentukan kepribadian seseorang. Di lingkungan kerja seseorang akan berinteraksi dengan teman sekerja, dengan pimpinan, dan dengan relasi bisnis. Kelompok kerja sangat beragam, karena terbentuk dari berbagai bidang keahlian dan jenis pekerjaan. Dalam hubungan sosial di lingkungan kerja setiap orang harus menjalankan peranan sosial dengan kedudukannya. Peranan ini akan menghasilkan sikap tertentu yang memengaruhi tindakan sebagai anggota masyarakat.

5. Media Massa
Media massa terdiri atas media cetak (seperti surat kabar dan majalah) dan media elektronik (seperti radio, televisi, video, film, piringan hitam dan kaset). Media massa memiliki peranan penting dalam proses sosialisasi. Kehadiran media massa sangat memengaruhi tindakan dan sikap anggota masyarakat terutama anak-anak. Nilainilai dan norma yang disampaikan akan tertanam dalam diri anak melalui penglihatan maupun pendengaran. Apabila informasi yang diterima positif sesuai dengan norma yang berlaku dalam masyarakat maka akan terbentuk kepribadian yang positif, misalnya penayangan tentang dunia pendidikan, agama, dan lain-lain. Sebaliknya jika informasi yang disampaikan negatif maka akan membentuk kepribadian anak yang kurang baik, misalnya penayangan film yang menonjolkan kekerasan akan mendorong perilaku agresif pada anak-anak yang melihatnya.

6. Warisan Biologis
Salah satu bentuk warisan biologis adalah ras. Ras merupakan pengelompokan manusia berdasarkan cirri-ciri fisik seperti warna kulit, rambut, bentuk mata atau hidung. Contoh ras  adalah ras kaukasoid, ras negroid, dan ras melanosoid. Ras menunjukan kelompok manusia, dengan demikian akan menunjuk pada perbedaan yang dimiliki oleh kelompok manusia tersebut. Ras berperanan dalam pembentukan kepribadian karena ras menggambarkan identitas sebuah kelompok.

7. Rekreasi
Rekreasi memberikan pengaruh dalam pembentukan kepribadian, dengan rekreasi seseorang bisa mengeluarkan apresiasinya. Seseorang yang sering melakukan rekreasi akan memiliki banyak pengetahuan dan pengalaman bagi dirinya.

8. Peristiwa Unik
Peristiwa unik adalah peristiwa yang dianggap penting bagi orang yang mengalaminya atau yang melihatnya. Peristiwa unik akan dijadikan sebagai pengalaman bagi seseorang dan dijadikan pelajaran dalam pengambilan keputusannya. Dengan demikian peristiwa unik akan mempengaruhi kepribadian seseorang.

Macam-macam Sosialisasi

Proses sosialisasi dilakukan oleh setiap individu sejak ia lahir di muka bumi. Bahkan, seorang bayi yang baru lahir melakukan sosialisasi, belajar membuka mata untuk melihat dunia, belajar memegang sesuatu dan belajar merasakan sesuatu. Bersamaan dengan berjalannya waktu, pembelajaran bayi mengenai dunia terus berlangsung. Belajar berjalan, belajar berbicara, belajar makan, belajar mengenal sesuatu. Pada intinya, sosialisasi tidak mungkin terhenti selama individu tersebut masih hidup.
Macam-macam Sosialisasi
 Macam-macam Sosialisasi
Sosialisasi menarik perhatian banyak ahli sosial. Di antara para ahli yang tertarik untuk mengkajinya ialah Berger dan Luckman dalam Kamanto Sunarto (2000). Mereka mempelajari proses sosialisasi sehingga merumuskan macam-macam sosiologi.

Apa saja macam-macam sosialisasi? Secara garis besar macam-macam sosialisasi dibedakan menjadi dua macam. Dua macam sosialisasi tersebut yaitu, sosialisasi  primer dan sosialisasi skunder.

1. Sosialisasi primer (primary socialization)
Sosialisasi primer merupakan macam-macam sosialisasi yang pertama dan utama yang terjadi pada seseorang, yakni sejak dilahirkan, berkenalan dan sekaligus belajar bermasyarakat sehingga dapat menyesuaikan diri dalam kehidupan masyarakat tersebut.

Sosialisasi primer terjadi pada anak berusia di bawah lima tahun. Pada saat sosialisasi primer, seseorang akan dapat mengenal lingkungan terdekatnya, misalnya ibu, bapak, kakak, adik, paman, bibi, nenek, kakek, teman sebaya, tetangganya, dan bahkan dirinya sendiri. Dengan demikian, proses sosialisasi primer adalah proses sosialisasi di lingkungan keluarga. Pada proses ini, seorang anak akan melakukan pengenalan akan dirinya sendiri, yang pada akhirnya si anak akan memiliki jati diri yang berbeda dengan orang lain.

2. Sosialisasi sekunder (secondary socialization)
Sosialisasi skunder adalah macam-macam sosialisasi terhadap hal-hal baru yang bisa diterima dalam kehidupan masyarakat. Sosialisasi sekunder terjadi setelah sosialisasi primer berlangsung.

Sosialisasi sekunder berlangsung di luar keluarga. Dalam proses sosialisasi sekunder, anak akan mendapat berbagai pengalaman yang berbeda dengan keluarga. Jika dalam sosialisasi primer yang berperan adalah orang tua dan keluarga dekatnya, maka dalam sosialisasi sekunder yang berperan adalah orang lain seperti teman sepermainan, teman sekolah, dan teman sebaya. Hal ini terlihat setelah anak berumur lebih dari 5 tahun, anak akan memperluas pergaulan. Ia mulai mengenal guru di sekolahnya, teman bermain, tetangganya, dan lain-lain.

Salah satu bentuk sosialisasi sekunder yang sering dijumpai dalam masyarakat adalah proses resosialisasi atau sering disebut proses permasyarakatan total.
Contoh sosialisasi sekunder: rumah tahanan, rumah sakit jiwa, dan lembaga pendidikan militer.

Dalam proses resosialisasi, seseorang diberi suatu kepribadian baru. Ia di didik untuk menerima aturan dan nilai baru.