1/13/16

Perubahan Materi : Perubahan Fisika dan Perubahan Kimia

Admin Perpusku
Loading...

Dalam kehidupan sehari-hari kita selalu melihat peristiwa perubahan materi, baik secara alami maupun dengan disengaja. Peristiwa perubahan materi secara alami, misalnya peristiwa pembusukan makanan atau perkaratan besi. Peristiwa perubahan materi dengan disengaja, contohnya: kertas atau lilin yang dibakar. Es yang awalnya berwujud padat, setelah dipanaskan akan berubah wujud menjadi air. Meskipun es mengalami perubahan wujud dari padat ke cair, tetapi es dan air masih memiliki sifat-sifat yang sama. Hal ini terbukti dengan rasa es batu sebelum dipanaskan sama dengan sesudah dipanaskan.

Perubahan materi yang tidak menghasilkan zat baru dinamakan perubahan fisika. Berbeda halnya dengan kertas yang dibakar, kertas tersebut mengalami perubahan  materi sehingga menghasilkan zat baru, yaitu abu, asap, dan gas. Perubahan yang menghasilkan zat baru dinaakan perubahan kimia.

Perubahan Fisika
Seperti yag telah kita ketahui bahwa es yang mencair tidak menghasilkan zat baru. Es dan air tersusun atas senyawa yang sama, yaitu H2O. Perbedaan antara es dan air hanya terlihat dari wujudnya saja. Es merupakan air yang berwujud padat, sedangkan air berwujud zat cair.

Contoh perubahan fisika lainnya adalah batang besi yang dipanaskan dengan suhu tinggi berubah menjadi besi cair. Cairan besi yang sudah meleleh dimasukkan dalam cetakan. Kemudian dibiarkan menjadi dingin hingga terbentuk padat kembali. Pada proses peleburan besi, antara besi sebelum dileburkan dengan besi yang sudah menjadi cair masih memiliki sifat yang sama atau hanya mengalami perubahan wujud saja. Perubahan materi pada besi yang dileburkan dapat dikatakan sebagai perubahan fisika. Karena besi padat sebelum dan sesudah dileburkan tidak berubah menjadi zat baru, hanya mengalami perubahan fisik (bentuk) saja. Pada perubahan fisika memungkinkan kita mendapatkan kembali materi semula.

Perubahan Kimia
Ketika membuat api unggun dengan membakar kayu kering, maka akan dihasilkan abu, asap, serta gas. Sama halnya seperti kertas yang dibakar, kayu dan abu merupakan dua jenis zat yang sama sekali berbeda. Zat-zat hasil pembakaran tersebut tidak dapat dikembalikan lagi menjadi kayu. Oleh karena kayu yang dibakar menghasilkan zat baru dengan sifat berbeda dari zat asalnnya.

Perubahan kimia juga disebut sebagai reaksi kimia. Dalam kehidupan sehari-hari banyak reaksi kimia yang terjadi secara alamiah atau buatan. Contoh perubahan kimia yang terjadi secara alamiah adalah perkaratan, pembusukan, respirasi, metabolisme dalam sel, dan reaksi fotosintesis. Adapaun contoh perubahan kimia buatan misalnya pembakaran minya dan reaksi-reaksi kimia di laboratorium, atau pada proses industri. Semua reaksi kimia menghasilkan zat yang sifat dan jenisnya baru.

Zat baru dalam perubahan kimia disebabkan adanya perubahan komposisi materi. Perubahan tersebut dapat berupa penggabungan sejumlah zat atau peruraian suatu zat. Berlangsungnya perubahan kimia dapat diketahui dengan ciri-ciri sebagai berikut.
a. terbentuknya gas
b. terbentuknya endapan
c. terjadinya perubahan warna
d. terjadinya perubahan suhu

Silakan Tinggalkan Komentar Anda :