5/26/16

Tantangan Global Terhadap Jati Diri Bangsa Indonesia

Admin Perpusku
Loading...

Tantangan globalisasi pada kenyataannya dapat melemahkan jati diri suatu bangsa. Namun, dapat pula mempertegas jika bangsa tersebut mampu melakukan penyesuaian-penyesuaian dengan membuat lembaga kemasyarakatan yang mampu mengimbangi proses perubahan sosial yang mendunia tersebut

Tantangan Global Terhadap Jati Diri Bangsa Indonesia
Berikut ini adalah tantangan global yang dihadapi bangsa Indonesia sehubungan dengan upaya mempertahankan jati diri bangsa.
a. Melemahnya Pengayatan Terhadap Pancasila Sebagai Pandangan Hidup Bangsa
Pancasila merupakan gagasan bangsa Indonesia yang merupakan kesatuan yang bulat dan utuh. Pancasila merupakan gagasan atau ide yang ada dalam pikiran para pemilik budaya tersebut. Jika bangsaya Indonesia meyakini pancasila sebagai kebenaran dalam hidup berbangsa dan bernegara, maka sudah sewajarnya mereka bertingkah laku sesuai dengan apa yang terkandung dalam pancasila.

Bagi bangsa Indonesia, pengaruh terhadap pandangan hidup yang positif, artinya yang sesuai atau mendukung nilai-nilai yang terkandung dalam pancasila sebagai pandangan hidup, akan tetap diterima sebagai upaya memperkaya jati diri bangsa. Akan tetapi, pengaruh asing yang bertentangan dengan nilai-nilai yang terkandung dalam pancasila harus diwaspadai, misalnya kekerasan dan atheism.

b. Berkurangnya Pemakaian Bahasa Indonesia
Bahasa dipandang sebagai karya budaya yang penting dalam kehidupan manusia. Modernisasi dan globalisasi juga ikut memengaruhi, atau mungkin mengubah, sebagai unsur bahasa yang kita miliki. Misalnya, perbendaharaan kata, gaya berbahasa, dan struktur pembahasaan yang digunakan.

c. Berkurangnya Legitimasi agama
Diseluruh dunia berkembang berbagai macam agama. Banyak sarjana sosiologi menganggap bahwa ketika agama berhadapan dengan modernisasi, peranannya sebagai pakar legitimasi utama dalam masyarakat akan tersisihkan dan digantikan oleh lembaga-lembaga kemasyarakatan yang dibentuk oleh masyarakat itu sendiri atas dasar kemajuan ilmu pengetahuan.

Bangsa Indonesia adalah bangsa yang religious dan sangat mengagungkan nilai dan norma social yang berasal dari ajaran agama. Gencarnya modernisasi dan globalisasi, sedikit banyak telah memperngaruhi pola beragama dan penghayatan terhadap kepercayaan dalam masyarakat Indonesia. Namun, bukan berarti kita mengubah ajaran mendasar dari agama dan keyakinan yang kita anut selama ini.

d. Dekadensi Moral dan Kekacauan Kemanusiaan
Dekadensi moral adalah melemahnya atau terkikisnya nilai-nilai kemanusiaan, kasih sayang, dan kebersamaan di dalam diri manusia. Ada kelompok masyarakat yang hanya memupuk kekayaan peribadi dan menghabiskan uang jutaan dolar untuk membangun sistem persenjataan dan kekuatan militer demi dapat menanamkan dominasi terhadap Negara-negara lain. Inilah yang disebut sebagai paradoks, sebab terdapat dua kenyataan yang saling bertentangan dan memperlihatkan kelemahan serta kekacauan tataan kemanusiaan yang berlaku sejak modernisasi melanda dinia hingga saat ini.

e. Perubahan Pola Pirilaku Dalam Pergaulan
Modernisasi dan globalisasi melahirkan corak kehidupan yang sangat kompleks, cirri khas bangsa Indonesia adalah kekeluargaan, musyawarah untuk mencapai mufakat, dan gotong royong.

Kepribadian Untuk Menghadapi Globalisasi
Di dalam menghadapi tantangan global, Selo Soemardjan menyatakan bahwa bangsa Indonesia membutuhkan unsur-unsur kepribadian sebagai berikut.

1. Kemampuan dan kebiasaan berpikir secara rasional dan relistis serta objektif dalam menghadapi masalah-masalah yang dijumpai. Kemampuan ini menjadi sarana untuk berkerja secara sistematis, efisien, dan efektif.

2. Kesadaran akan hak dan kewajiban sebagai warga masyarakat dan warga Negara untuk berprilaku yang tidak meanggar nilai-nilai sosial dan kaidah-kaidah hokum.

3.Memiliki rasa harga diri dan kepercayaan pada diri sendiri untuk ikut serta dalam tata masyarakat yang diwarnai dengan sistem bersaing (com-petitive system).

4. Memiliki pengetahuan yang luas dan suatu keahlian yang ditekuni secara professional.

5. Mempunyai cita-cita hidup yang ingin dicapai melalui segala jalan yang sah dan etis serta yang dapat dibenarkan.

Silakan Tinggalkan Komentar Anda :