10/8/16

Tata Nama Ilmiah, Determinasi, dan Kunci Determinasi/Dikotom

Admin Perpusku
Loading...

Untuk kepentingan ilmu pengetahuan dan menyatukan persepsi secara internasional, para ahli biologi merumuskan pemberian nama ilmiah kepada makhluk hidup. Carolus Linnaeus sebagai peletak dasar klasifikasi mengetengahkan sistem kode internasional tata nama ilmiah yang disebut dengan Binomial Nomenklatur, yang berarti tata nama ganda. Sebagai bahasanya dipilihlah bahasa latin, dengan alasan bahwa bahasa ini dimengerti oleh semua ilmuwan pada saat itu dan tidak ada perubahan bahasa atau kosa katanya.

Tata nama ilmiah memiliki aturan-aturan sebagai berikut:
1. Nama ilmiah terdiri dari dua kata dalam bahasa latin atau kata yang dilatinkan.
2. Kata pertama menunjukkan marga(genus) yang ditulis dengan huruf pertama kapital.
3. Kata kedua menunjukkan jenis (spesies) yang ditulis dengan huruf kecil.
4. Nama ilmiah ditulis dengan huruf miring atau dengan garis bawah.
Contoh:
a. Jagung nama ilmiahnya Zea mays,
b. Paramecium nama ilmiahnya Paramaceium caudatum,
c. Anjing nama ilmiahnya Canis familiaris.

Determinasi Kunci

Determinasi
Sistem penamaan ilmiah tidak terlepas dari klasifikasi, yaitu klasifikasi yang dilakukan secara bertingkat. Setiap tingkatan disebut takson. Semakin tinggi tingkatan takson semakin sedikit persamaan cirinya, semakin rendah tingkatan takson semakin banyak persamaan cirinya. Kegiatan mengklasifikasikan makhluk hidup itu disebut dengan determinasi.

Tujuannya determinasi adalah untuk mengenali ciri-ciri makhluk hidup, lalu makhluk hidup tersebut ditetapkan identitas supaya dapat diklasifikasikan menurut takson secara benar (dari kingdom, filum, divisi, ordo, kelas, dll.)

Kunci Determinasi

Untuk mempermudah determinasi, dibuatlah perangkat bernama kunci determinasi atau kunci dikotom, yaitu perangkat untuk mengidentifikasi suatu makhluk hidup yang akan dimasukkan ke dalam suatu kelompok secara spesifik.
Pengelompokkan makhluk hidup dilakukan dengan cara membandingkan makhluk yang satu dengan yang lainnya menggunakan dua baris pertanyaan.

Kunci determinasi dibuat secara bertahap, sampai bangsa saja, suku, marga, jenis ,atau pun seterusnya. Ciri-ciri tumbuhan disusun sedemikian rupa sehingga selangkah demi selangkah si pemakai kunci dipaksa memilih satu di antara dua atau beberapa sifat yang bertentangan,begitu seterusnya hingga akhirnya diperoleh suatu jawaban berupa identitas tumbuhan yang diinginkan.

Contoh kunci determinasi:
Kunci dikotom filum Arthropoda :
1a. Tubuh terbagi menjadi menjadi kepala, dada dan perut ......... Insekta
1b. Tubuh tidak terbagi menjadi kepala, dada dan perut ............. 2
2a. Tubuh terbagi menjadi kepala dada bersatu dan perut .................3
2b. Tubuh terbagi menjadi kepala dan badan beruas-ruas ................ 4
3a. Pada kepala dada terdapat 4 pasang kaki .................... ... Arachnida
3b. Pada kepala dada terdapat 5 pasang kaki jalan ................ Crustacea
4a. Badan pipih beruas-ruas, tiap ruas terdapat 1 pasang kaki...... Chilopoda
4b. Badan gilig beruas-ruas , tiap ruas terdapat 2 pasang kaki...... Diplopoda
Kelabang atau lipan yang sedang diamati seorang siswa mempunyai ciri-ciri ..
A. 1a, 2b, 3a, 4b
B. 1b, 2a, 3a, 4a
C. 1b, 2b, 3b, 4b
D. 1b, 2b, 4a
E. 1b, 2a, 3b

Jawab: D

Ciri-ciri Kunci Determinasi yang Baik
1. Ciri yang dimasukkan mudah diobservasi, karakter internal dimasukkan bila sangat penting.
2. Menggunakan karakter positif dan mencakup seluruh variasi dalam grupnya.
3. Deskripsi karakter dengan istilah umum yang dimengerti orang .
4. Menggunakan kalimat sesingkat mungkin, hindari deskripsi dalam kunci .
5. Mencantumkan nomor couplet.
6. Mulai dari ciri umum ke khusus, dari bawah ke atas.

Beberapa Hal yang Perlu Diperhatikan dalam Menggunakan Kunci Determinasi.

1. Kumpulkan informasi sebanyak mungkin tentang ciri tumbuhan yang akan dideterminasi (kalau ada lengkap vegetatif dan generatif) .
2. Pilih kunci yang sesuai dengan materi tumbuhan dan daerah geografi di mana tumbuhan tersebut diperoleh.
3. Baca pengantar kunci tersebut dan semua singkatan atau hal-hal lain yang lebih rinci.
4. Perhatikan pilihan yang ada secara hati-hati.
5. Hendaknya semua istilah yang ada dipahami artinya. Gunakan glossary atau kamus
6. Bila spesimen tersebut tidak cocok dengan semua kunci dan semua pilihan layaknya tidak kena, mungkin terjadi kesalahan, ulangi ke belakang.
7. Apabila kedua pilihannya mugkin, coba ikuti keduanya.
8. Konfirmasikan pilihan tersebut dengan membaca deskripsinya.
9. Spesimen yang berhasil dideterminasi sebaiknya diverifikasi dengan ilustrasi atau specimen herbarium yang ada.

Silakan Tinggalkan Komentar Anda :