Perpusku: Matematika

Showing posts with label Matematika. Show all posts
Showing posts with label Matematika. Show all posts

3/6/17

Tabel Angka Romawi dan Cara Penulisannya

Angka Romawi atau Bilangan Romawi adalah sistem penomoran yang berasal dari dan di gunakan oleh bangsa Romawi kuno.  Berbeda dengan angka latin yang biasa kita gunakan saat ini, penulisan angka romawi menggunakan huruf latin, bukan angka. Sekarang ini, angka romawi lebih banyak digunakan dalam judul, nomor bagian dalam sebuah karya tulis, penomoran dalam teori musik, dan pada jam.

Angka Romawi berbasis desimal. Simbol pada angka Romawi terdiri dari karakter dasar dan karakter kombinasi. Karakter dasar adalah karakter tunggal yang menyatakan suatu bilangan sedangkan karakter kombinasi adalah gabungan dari karakter dasar yang menyatakan satu bilangan. Masing-masing karakter dari angka Romawi merupakan huruf kapital pada alfabet modern.
Angka Romawi
Karakter Dasar Angka Romawi
Angka romawi hanya terdiri dari 7 nomor dengan simbol huruf tertentu di mana setiap huruf melangbangkan / memiliki arti angka tertentu, yaitu :

I / i untuk angka satu (1)
V / v untuk angka lima (5)
X / x untuk angka sepuluh (10)
L / l untuk angka lima puluh (50)
C / c untuk angka seratus (100)
D / d untuk angka lima ratus (500)
M / m untuk angka seribu (1000)

Aturan Penulisan Angka Romawi
Metode / Teknik Penomoran Angka Romawi :
1. Simbol ditulis dari yang paling besar ke yang paling kecil
2. Semua simbol besar ke kecil dijumlah kecuali kecil ke besar berarti ada pengurangan

Simbol penulisannya ditulis dari yang paling besar sebelah kiri, lalu yang lebih kecil sebelah kanannya. Biasanya satu simbol hanya digunakan paling banyak tiga kali, sehingga penulisan bilangannya menjadi lebih singkat. Untuk itu, dapat digunakan metode pengurangan, yaitu dengan menuliskan angka yang lebih kecil terlebih dahulu, lalu angka yang lebih besar.

Langkah-langkah translasi angka desimal ke angka Romawi adalah sebagai berikut.
1. Tulis angka desimal yang akan diubah. Contohnya angka 1.989.
2. Jabarkan angka desimal sebagai satuan, puluhan, ratusan, ribuan, dst. Contohnya 1.989 = 1.000 + 900 + 80 + 9
3. Translasikan angka-angka tersebut dalam karakter angka Romawi. Contohnya 1.000 + 900 + 80 + 9 = M + CM + LXXX + IX
4. Gabungkan karakter angka romawi yang telah dijumlahkan sesuai urutan. Contohnya M + CM + LXXX + IX = MCMLXXXIX

Contoh Cara Penulisan Angka Romawi

Berikut beberapa contoh translasi angka desimal ke angka Romawi:
Angka Romawi 78 = 70 + 8 = LXX + VIII = LXXVIII
Angka Romawi 876 = 800 + 70 + 6 = DCCC + LXX + VI = DCCCLXXVI
Angka Romawi 1234 = 1000 + 200 + 30 + 4 = M + CC + XXX + IV = MCCXXXIV
Angka Romawi 2014 = 2000 + 10 + 4 = MM + X + IV = MMXIV
Angka Romawi 2015 = 2000 + 10 + 5 = MM + X + V = MMXV
Angka Romawi 2016 = 2000 + 10 + 6 = MM + X + VI = MMXVI

Tabel Angka Romawi 1-100
Angka Romawi 1-100
Tabel Angka Romawi 100-1000000
Angka Romawi 1-1000000
 Kekurangan Penggunaan Sistem Angka Romawi
Beberapa kekurangan atau kelemahan sistem angka romawi, yakni :
1. Tidak ada angka nol (0)
2. Terlalu panjang untuk menyebut bilangan tertentu
3. Terbatas untuk bilangan-bilangan kecil saja

Jumlah Karakter Angka Romawi
Jumlah karakter angka Romawi dalam satu bilangan sama dengan jumlah karakter Romawi setiap angka dalam bilangan tersebut. Angka Romawi tidak mendefinisikan angka nol. Posisi satuan, puluhan, ratusan, dsb tidak mempengaruhi jumlah karakter pada angka Romawi, artinya angka 2 (II), 20 (XX), 200 (CC), 2.000 (MM) dst memiliki jumlah karakter yang sama yaitu dua karakter. Contoh:.

1. Angka 2003 terdiri dari 5 karakter yaitu MMIII (dua karakter angka 2.000 yaitu MM dan tiga karakter angka 3 yaitu III).
2. Angka 666 terdiri dari 6 karakter yaitu DCLXVI (dua karakter angka 600 yaitu DC, dua karakter untuk angka 60 yaitu LX, dan dua karakter untuk angka 6 yaitu VI).
3. Angka 1250 terdiri dari 4 karakter yaitu MCCL (satu karakter angka 1000 yaitu M, dua angka untuk angka 200 yaitu CC, dan satu karakter angka 50 yaitu L).
4. Angka 888 terdiri dari 12 karakter yaitu DCCCLXXXVIII (empat karakter untuk angka 800 yaitu DCCC, empat karakter untuk angka 80 yaitu LXXX, empat karakter untuk angka 8 yaitu VIII).

2/21/17

Rumus Segitigas Siku-siku (Luas, Tinggi, Keliling)

Pengertian Segitiga Siku-siku
Apakah yang dimaksud dengang segitiga siku-siku? Apa penertian segitiga siku-siku? Segitiga siku-siku adalah sebuah segitiga yang salah satu dari tiga sudutnya mempunyai sudut 90° atau siku-siku, dimana sisi didepan sudut siku-sikunya (sudut yang besarnya 90º) merupakan sisi miring atau hypotenusa.
Rumus Segitigas Siku-siku (Luas, Tinggi, Keliling)
 Sifat-sifat Segitiga Siku-siku
1. Memiliki dua sisi yang saling tegak lurus.
2. Mempunyai satu sisi miring / hypotenusa.
3. Salah satu sudutnya merupakan sudut siku-siku.
4. Segitiga siku-siku sama kaki memiliki satu simetri lipat.
5. Tidak mempunyai simetri putar.

Rumus Luas Segitiga Siku-siku
L = ½ . a . t

dimana:
L = Luas segitiga siku-siku
a = alas
t = tinggi

Rumus Tinggi Segitiga Siku-siku
Untuk mencari tinggi segitiga siku-siku, berlaku rumus pythagoras.
a. Jika panjang sisi a dan panjang sisi b sudah diketahui ukurannya maka panjang sisi c dapat ditentukan dengan persamaan c2= a2 + b2

b. Jika panjang sisi a dan panjang sisi c sudah diketahui ukurannya maka panjang sisi b dapat ditentukan dengan persamaan b2 = c2 – a2

c. Jika panjang sisi b dan panjang sisi c sudah diketahui ukurannya maka panjang sisi a dapat ditentukan dengan persamaan a2 = c2 – b2

Persamaan atau rumus di atas biasa di sebut dengan teorema phytagoras.

Rumus Keliling Segitiga Siku-siku
K = s1 + s2 + s3

dimana:
K = Keliling
s = sisi

Itulah rumus lengkap segitiga siku-siku.

Rumus Segitiga Sama Sisi (Luas, Tinggi, Keliling)

Pengertian Segitiga Sama Sisi
Segitiga sama sisi adalah salah satu jenis segitiga yang memiliki panjang sisi yang sama. Karenakan ketiga sisinya sama panjang itulah segitiga ini dinamakan segitiga sama sisi.
 Sifat-sifat Segitiga Sama Sisi
Segitiga sama sisi mempunyai sifat-sifat :
1. Memiliki tiga buah sisi yang sama panjang.
2. Memiliki tiga buah sudut yang sama besar.
3. Memiliki tiga buah sumbu simetri.

Rumus Luas Segitiga Sama Sisi
Rumus umum luas dari sebuah segitiga adalah :
L = ½ a . t

Namun pada segitiga sama sisi untuk menghitung luasnya selain menggunakan rumus L = ½ a x t, juga bisa menggunakan rumus cepat untuk mencari luasnya yaitu :
L = a2/4 . √3

dimana:
L = Luas
a = panjang sisi segitiga

Rumus Tinggi Segitiga Sama Sisi
Rumus tinggi segitiga sama sisi adalah:
t = ½ . a . √3


Rumus Keliling Segitiga Sama Sisi
Untuk menghitung keliling segitiga sama sisi, tidak ada perbedaan rumus untuk menghitung keliling sebuah segitiga pada umumnya.
Rumus keliling segitias sama sisi adalah:
K = sisi 1 + sisi 2 + sisi 3

Atau bisa juga dengan menggunakan rumus
K = panjang sisi . 3 Atau
K = 3.a
dengan:
K = Keliling segitiga
a = panjang sisi segitiga
hal tersebut bisa terjadi karena panjang semua sisinya sama.

Itulah rumus lengkap segitiga sama sisi.

12/4/15

Rumus-rumus Luas & Keliling Bangun Datar

Menurut Wikipedia Bahasa Indonesia, geometri dalah cabang matematika yang bersangkutan dengan pertanyaan bentuk, ukuran, posisi relatif tokoh, dan sifat ruang. Menurut bahasa, geometri berasal dari kata yunani geos yang berarti bumi, dan metron yang berarti pengukuran. Geometri meliputi pengukuran luas dan keliling bangun datar dan volume bangun ruang.

Apakah bangun datar itu? Bangun datar adalah suatu bangun geometri yang berbentuk datar. Contoh: persegi, persegi panjang, segitiga, jajar genjang, trapesium, dan lingkaran.
Rumus Bangun Datar
Berikut ini adalah rangkuman dari rumus-rumus mencari luas dan keliling bangun datar:
1. Persegi
Rumus luas persegi: 
L = s x s
keterangan:
L = luas
s = sisi

Rumus keliling persegi:
K = 4 x s
keterangan:
K = keliling
s = sisi

2. Persegi Panjang
Rumus luas persegi panjang:
L = p x l
keterangan:
L = luas
p = panjang
l = lebar

Rumus keliling persegi panjang:
K = 2 x (p x l)
keterangan:
K = keliling
p = panjang
= lebar

3. Segitiga
Rumus luas segitiga:
L = 1/2 x (a x t)
keterangan:
L = luas
a = alas
t = tinggi

Rumus keliling segitiga:
K = ab + ac + bc
keterangan:
K = keliling
ab = panjang sisi ab
ac = panjang sisi ac
bc = panjang sisi bc

4. Lingkaran
Rumus luas lingkaran:
L = π x r2 atau  π r2
keterangan:
L = luas
π = konstanta, dengan nilai 3,14 atau 22/7
r = jari-jari, dengan nilai 1/2 diameter atau diamater : 2

Rumus keliling lingkaran:
K =2π x r
keterangan:
K = keliling
π = konstanta, dengan nilai 3,14 atau 22/7
r = jari-jari, dengan nilai 1/2 diameter atau diamater : 2

5. Jajar Genjang
Rumus luas jajar genjang:
L = a x t
keterangan:
L = luas
a = alas
t = tinggi

Rumus keliling jajar genjang:
K = ab + bc + cd + ad
keterangan:
K = keliling
ab = panjang sisi ab
bc = panjang sisi bc
cd = panjang sisi cd
ad = panjang sisi ad

6. Trapesium
Rumus luas trapesium:
L = 1/2 x (ab + cd) x t
keterangan:
L = luas
(ab + cd) = jumlah panjang sisi sejajar
t = tinggi

Rumus keliling trapesium:
K = ab + bc + cd + ad
keterangan:
K = keliling
ab = panjang sisi ab
bc = panjang sisi bc
cd = panjang sisi cd
ad = panjang sisi ad

7. Belah Ketupat
Rumus luas belah ketupat:
L = 1/2 x (d1 x  d2)
keterangan:
L = luas
d1 = panjang diagonal vertikal
d2 = panjang diagonal horizontal

Rumus keliling belah ketupat:
K = 4 x s
K = keliling
s  = sisi

8. Layang-layang
Rumus luas layang-layang:
L = 1/2 x (d1 x  d2)
keterangan:
L = luas
d1 = panjang diagonal vertikal
d2 = panjang diagonal horizontal

Rumus keliling layang-layang:
K = 2 x (s1 + s2)
K = keliling
s1  = sisi panjang
s2 = sisi pendek







 
Loading...