Perpusku: Teknologi

Showing posts with label Teknologi. Show all posts
Showing posts with label Teknologi. Show all posts

10/6/16

Bagaimanakah Prinsip atau Cara Kerja Televisi?

Sebuah televisi menghasilkan ribuan titik-titik kecil yang ketika dilihat secara keseluruhan akan menampilkan gambar. Televisi generasi awal mengandalkan tabung sinar katoda untuk menghasilkan gambar, dan beroperasi dengan menggunakan sinyal analog. Seiring dengan berkembangnya teknologi, sinyal analog pada televisi kemudian berubah menjadi digital. Sebagai contohnya adalah televisi plasma dan LCD. Televisi jenis ini lebih padat atau ringkas dan menghasilkan gambar yang lebih tajam dari pendahulunya, televisi tabung.

TV CRT (Cathode-Ray Tube)
Sebenarnya hampir seluruh televisi bekerja dengan prinsip yang sama. Pada televisi tabung sinar katoda (CRT), bagian-bagiannya terdiri dari tabung vakum dengan ujung sempit dan ujung lebar. Ujung sempit berisi sirkuit penembak elektron yang berfungsi menembakkan tiga elektron (merah, hijau, dan biru) menuju tabung sinar katoda.

Berkas elektron menerobos suatu cincin elektromagnet dan berkas elektron ini akan bergerak bolak-balik di layar televisi. Berkas cahaya ini akan diarahkan ke layar yang diberi bahan kimia berupa fosfor. Saat berkas elektron ini mengenai fosfor akan menampilkan titik-titik warna merah, hijau dan biru. Yang tidak kena tetap berwarna hitam. Kombinasi-kombinasi warna inilah yang menghasilkan gambar di televisi.

TV Plasma
Televisi plasma terdiri dari sejumlah sel kecil yang penuh dengan gas neon dan xenon. Setiap sel terhubung dengan elektroda yang ketika menerima panas akan merangsang gas yang terkandung dalam sel. Gas kemudian memancarkan partikel muatan, sistem kerjanya mirip dengan  sirkuit penembak elektron, yang kemudian berinteraksi dengan fosfor yang melapisi kaca di dalam setiap sel. Fosfor menyala, menciptakan gambar yang terlihat di layar televisi. Banyaknya sel di layar plasma juga membuat lebih banyaknya piksel yang tercipta, sehingga gambar lebih jernih dan terang.

Dibandingkan dengan televisi jenis lain, TV plasma lebih rentan terhadap kerusakan. Tabung gas penyusun piksel bisa kehilangan kemampuannya untuk berpendar ketika benda keras mengenai atau membentur layar tersebut.
Kelemahan lainnya adalah karena gas yang membentuk plasma dapat bocor atau menjadi kurang reaktif terhadap muatan listrik, kualitas gambar TV plasma akan menurun seiring berjalannya waktu.

TV LCD Screen
Sama seperti TV plasma, TV LCD juga menggunakan sel untuk menampilkan gambar. Namun bukan terbuat dari gas plasma, melainkan terbuat dari crystal liquid yang dimasukkan ke dalam dua lembar kaca. Gambar pada TV LCD dihasilkan oleh banyaknya tenaga elektrik yang bereaksi pada crystal liquid tersebut.

TV LCD menghasilkan gambar gambar hitam dan berwarna dengan melakukan seleksi cahaya yang dipancarkan oleh serangkaian lampu teknologi CCFLs (Cold Cathode Fluorescent Lamps) di belakang layar. Jutaan lampu tersebut akan dinyalakan dan dimatikan melalui LCD shutter dengan melewatkan cahaya putih dengan  intensitas tertentu. Setiap shutter akan digabungkan dengan filter warna yang akan melewatkan warna Red, Green, dan Blue (RGB). Shutter dan Filter yang masing-masing merupakan sub-pixel ini berukuran sangat kecil, dan secara kasat mata membentuk gabungan yang disebut dengan pixel.

12/16/15

2018, Iron Man Akan Menjadi Kenyataan!!!

Pada tahun 2018 Departemen Pertahanan Amerika Serikat atau U.S.D.D. (United States Department of Defense) akan meluncurkan seragam militer yag mirip seperti Iron-Man. Baju militer yang dinamakan TALOS (Tactical Light Operator Suit) ini kebal terhadap peluru, memungkinkan tentara untuk mengangkat beban lebih berat, dan mempunyai suplai oksigen. Baju ini juga dilengkapi sistem canggih seperti audio 3D, sistem pendingin dan pemanas, sistem komputerisasi seperti yang ada dalam film Iron Man, pembangkit listrik, sensor, alat komunikasi dan perlengkapan persenjataan.

Profesor Institut Teknologi Massachusetts, Gareth McKinley, membenarkan bahwa dirinya dan beberapa ilmuwan lain di MIT tengah membuat baju tempur yang ada di cerita-cerita fiksi di film-film Hollywood. Pernyataan tersebut juga diperkuat Presiden Amerika, Barrack Obama, yang mengatakan" Ya, kami sedang membuat Iron Man menjadi nyata."

Inspirasi proyek pembuatan TALOS yang dimulai sejak 2014 lalu ini, dilatarbelakangi kematian seorang komandan operasi Amerika di Afghanistan saat ia mendobrak pintu dalam sebuah operasi penyerbuan dua tahun lalu. Dengan pembuatan baju Iron Man ini, militer Amerika berharap dapat melindungi tentaranya dengan lebih baik. Dan tentu saja akan lebih mematikan bagi musuh-musuhnya.

Seragam ini adalah sebuah prototype bertenaga baterai yang hanya mempunyai berat 13 pound atau setara dengan 6 kg, yang menempel pada punggung, paha, dan kaki. Sehingga memungkinkan pemakainya menambah beban sekitar 15 kg lagi.

Kecanggihan TALOS tidak hanya pada teknologi-teknologi komputerisasi saja. Baju perang ini juga terbuat dari cairan unik. Yang akan menjadi baju besi dalam waktu sepersekian detik saat pengguna mengaktifkan aliran listrik dalam armor.

Hanya saja pengguna armor ini tidak akan bisa terbang seperti Iron Man dalam film Holywood.
Berapa biaya pengembangan baju Iron Man ini? Diperkirakan research seragam militer ini menelan biaya 1,1 Triliun Rupiah!

 
Loading...